Author: Maulana Akbar

  • Cerita Hebat dari Nestapa

    Cerita Hebat dari Nestapa

    Cerita hebat bisa jadi datang dari hal menyedihkan. Seperti peperangan yang tak berkesudahan lalu dikemas runtutan kisah melankolis. Akhir yang bahagia ataupun tetap menyedihkan. Jadilah itu sebuah cerita. Norman Ollestad, mengalami kecelakaan mengenaskan dalam sebuah pesawat berisi lima penumpang : Pilot, Ayah dan kekasihnya, dan ia sendiri. Kejadian ini terjadi pada tahun 1979. Mengenaskan, hanya…

  • The Geography of Bliss : Tempat Paling Bahagia

    The Geography of Bliss : Tempat Paling Bahagia

    Seorang anak kecil yang sedang menonton layar kaca, bertanya pada ibunya sembari menunjuk pada layar kaca : mama aku ingin pergi kesan, di sana pasti aku bahagia. Anak itu menunjuk adegan dalam satu sinema ketika seorang anak bermain bola salju di Eropa. Anak itu menggambarkan kebahagiaan untuk berada dalam situasi lain dan tempat lain yang lebih baik.…

  • Vaalseberg

    Vaalseberg

    Seorang Pria menatap layu rumah tua di depanya. Entah berapa lama ia berdiri tegap di sana, namun yang pasti matahari sudah mulai turun di balik bukit Vaalserberg – tanah tertinggi di negeri ini. Tangan kasarnya meraba saku di jaket wol lusuh dan menarik arloji yang menggantung di sana, melirik sejenak lalu kembali menatap rumah itu.…

  • Orang Kaya Kata Rumput

    Orang Kaya Kata Rumput

    Sekarang, rumput sedang bicara tentang orang kaya.  Apalah artinya, ia hanya sehelai rumput. Tapi menurutku ia benar, mungkin… Katanya : Orang kaya itu aneh. Aku mengerutkan dahi dengan kalimat pertamanya. Lanjutnya : Orang kaya itu punya banyak uang, katanya mereka bisa membeli kebahagiaan, bukankah begitu? Aku diam karena tidak begitu yakin. Nadanya meninggi : menurutku mereka tidak membeli…

  • Risau Kokom

    Risau Kokom

    Aku melihat kokom begitu tak berhasrat. Terlebih setelah Ryan keluar dari sini tanpa pemberitahuan dan Nindy yang tiba-tiba sakit.  Aku bisa melihat dari caranya berbicara di siang ini, niscaya hanya kami berdua yang bisa menyempatkan makan siang diluar.   Seperti biasa topik yang lontarkan pertama kali adalah tentang pekerjaan, memang kami semua merasakan kejanggalan disini terutama…

  • Ratu Atut mulai Takut

    Ratu Atut mulai Takut

    Ratu Atut mulai takut.  Kerajaaanya mulai diserang.  Takut. Takut. Ratu Atut takut.  Rakyatnya tak ikut membantu.  Karena mereka didzalimi. Disembelih untuk dibuat satai.  Takut. Takut. Ratu Atut takut  Anak si pendekar kini tinggal bui.  Makan sisa sisa kue yang tersisa.  Disembunyikan. Biar tak dimakan tikus got.  Takut. Takut. Ratu Atut takut  Rakyat mulai menari. Genderang kendang mulai dipukul. Kastil sudah akan runtuh. Obor-obor sudah dibakar.  Matahari…

  • Prajurit di Pohon Jati

    Prajurit di Pohon Jati

    Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantaranya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak.Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa.Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya.Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara.Fandi, yang kekar dan dicurigai Adit sebagai homo karena ia rupawan.Riski, yang artinya dalam bahasa indonesia:risikoi.Lia, punya ikat rambut hipnotis di…

  • Menipu Kedelai

    Menipu Kedelai

    Pria paruh baya turun dari mobil mewah.Wajahnya bijaksana. Sangat pandai bicara tentang kesejahteraan dan persatuan.Percayalah tentang kesejahteraan karena ia memang sejahtera.Pakaianya mewah dan mahal. Itulah sejahtera. Percaya juga tentang persatuan karena ia memang bersatu.Bersatu dengan partai-partai dan koloni-koloninya. Untuk uang, untuk singgasana. Pria itu menggunakan rompi oranye, bertuliskan : Tahanan KPK.Rompinya murah, tapi dalamnya tetap…

  • Begitu Menggantung di Awan

    Begitu Menggantung di Awan

    Begitu menggantung di awan, hujan terjun bebas. Menari, menyanyi, bersinergi dengan berton-ton air yang jatuh ulah gravitasi. Memandikan manusia ataupun bukan. Benda yang bergerak ataupun bukan. Orang berduit ataupun bukan. Orang yang lapar ataupun bukan. Tak peduli apa maupun siapa. Kerap menjadi Jendral untuk menyerang Ibukota. Kerap menjadi Pahlawan untuk kebun yang kehausan. Terkadang dengki,…

  • Pohon Jati

    Pohon Jati

    Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantarainya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak. Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa. Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya. Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara. Fandi, yang kekar dan dicurigai Adit sebagai homo karena ia rupawan. Riski, yang artinya dalam bahasa Indonesia:…