Maulana Akbar

Browsing Tag:

reviews

Explore, History, Movie

Asrama Dara (1958) : Lebih Bagus dari Tiga Dara?

Setelah beberapa tahun lalu menonton Tiga Dara versi restorasi di bioskop  bersama istri, saya tidak pernah lepas ingatan akan begitu terpukaunya saya akan film garapan Usmar Ismail pada tahun 1957 ini. Salah satu alasan mengapa saya suka film Tiga Dara karena peran Chitra Dewi, Indriati Iskak, dan Mieke Wijaya yang begitu apik. Terutama, Indriati Iskak yang buat istri saya gemas juga sedih : “Berarti Nenny (Peran Indriati Iskak), sudah tua ya, Bah? Jelas iya, itu film lebih dari  ...

Continue Reading

Uncategorized

7 Film Horror Pendek Buatan Indonesia

Menonton film pendek, apalagi film horror, seperti punya sensasi sendiri. Dengan terbatasnya menit, biasanya film pendek menyajikan inti cerita dengan padat. Belum selesai menarik nafas, semua hantu sudah keluar  🙂 Lalu di Indonesia sendiri, film pendek ternyata sudah bermunculan. Terlebih menurut saya, film-film pendek buatan anak bangsa lebih menarik daripada film layar lebar. Mungkin sih karena kebanyakan dari mereka yang membuat adalah film-film indie yang punya  ...

Continue Reading

Uncategorized

The Girl with All Gifts

Ada dua hal yang saya suka dan sering tertuang diblog ini, yaitu Novel dan Film Zombie. Pertama adalah Novel, sederhananya adalah sebuah cerita yang dalam dan kompleks. Lalu Film Zombie, sebuah genre yang monoton tapi tetap saya sukai.  Nah, keduanya tertuang dalam sebuah karya bagus, Sebuah Film yang diangkat dari Novel, yaitu The Girl with All Gifts karya Mike Carey yang digarap oleh Colm MacCarthy. Setahu saya film ini bukanlah film zombie pertama yang diangkat dari Novel. Ada World  ...

Continue Reading

Uncategorized

Mocca dan Mimpi Bandung

Sebelum membaca buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe karya Haryoto Kunto pasti tidak ada yang mengira bahwa bandung adalah tempat pembuangan yang keji pada abad ke-18. Pada masa itu, penyakit malaria yang belum ditemukan obatnya, menyerang wilayah Bandung yang dipenuhi rawa-rawa. Puluhan tahun setelahnya, tidak  ada yang mengira pula, ketika Herman Willem Daendels menancapkan sebuah tongkat di Jalan Raya Pos untuk membangun sebuah kota baru, pada saat itu adalah momen awal yang akan memberikan  ...

Continue Reading

Uncategorized

What We Become, Serangan Zombie dari Denmark

Zombie lagi zombie lagi.  Cerita apa lagi tentang zombie yang belum dieksploitasi? Dalam pesawat, kereta, apartemen yang diisolasi, atau satu kota yang sudah terinfeksi, semuanya sudah ! sudah ada ! Selain itu, dulu, zombie adalah film cerita fantasi horor di Amerika Serikat. Kini lambat laun sudah menyebarkan virusnya ke negara lain. Kita ingat Rec (Spanyol), 28 Days Later (Inggris), Train to Bussan (Korea Selatan), dan kini Denmark yang mengeluarkan film berjudul What We Become. Film  ...

Continue Reading

Uncategorized

Hantu dari Iran

Film asal Iran terakhir yang saya tonton, mungkin sekitar sepuluh tahun lalu. Judulnya Children of Heaven, yang bisa buat siapa saja mesti menyiapkan sapu tangan untuk menyeka air mata. Setelahnya? seingat saya, rasanya belum pernah lagi. Tapi anggapan itu terpecahkan sudah, karena saya baru menonton film besutan kreator asal Iran yang ber-genre horor. Bentar horor? film dari Iran bergenre horor? itulah pertanyaan dalam benak saya. Karenanya saya memasang ekspektasi pada  film ini  ...

Continue Reading

Uncategorized

Soul Station : Train to Busan Chapter II

Entah apa yang dipikirkan Yeon Sang-ho untuk membuat dua film bergenre zombie dalam satu tahun. Mungkin Train to Busan telah menjadi film terlaris buatannya — sampai-sampai akan dibuat remake versi Hollywood.  Suksesor telah menginspirasi tema yang pas bagi Yeon Sang-ho agar filmnya diapresiasi secara global, yaitu zombie. Anime bertemakan zombie sangat minim dalam ingatan saya. Pertama, tentunya, Walking Dead yang memulai dari sebuah cerita bergambar. Dari Korea Selatan, saya  ...

Continue Reading

Uncategorized

4 Komik Horror Seram Buatan Indonesia

Sekitar satu dekade silam, acara televisi mistis menjamur di layar kaca. Sampai-sampai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mesti membatasi penyiaran mistis dengan menerbitkan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nomor 01/P/KPI/03/2012 tentang pedoman perilaku penyiaran. Horor memang menjadi santapan favorit bagi kebanyakan masyarakat kita. Tiap daerah, biasanya punya kisah-kisah horor sendiri yang menjadi legenda. Walaupun antusiasme masyarakat tinggi akan hiburan  ...

Continue Reading

Uncategorized

Kimi no Na wa : Film Legendaris Telah Lahir

Film anime layar lebar di Jepang biasanya punya cerita yang berfantasi tinggi. Penulisnya mungkin perlu perenungan yang dalam untuk menulis satu cerita. Tapi saya selalu terkesan dengan film-film ini. Contohnya Spirited Away dan Grave of the Fireflise. Kini di tahun 2016, Jepang dugaan saya akan menambah satu film legendaris lagi. Judulnya Kimi no Na wa, atau dalam bahasa Indonesia : siapa namamu? Kimi no Na wa mengisahkan tentang dua pemuda-pemudi yang bertukar tubuh. Mereka harus  ...

Continue Reading

Uncategorized

Critical Eleven : Sepetik Pendapat

Saya beli novel ini karena cover-nya. Terlebih-lebih novel ini selalu berada di rak ‘best selling’. Sehingga novel Critival Eleven ini saya beli untuk dibaca diwaktu senggang. Saya baca dalam empat hari. Gaya bahasa Ika Natassa sangat khas dan unik, dicampurnya bahasa Indonesia sehari-hari dengan sisipan-sisipan bahasa inggris. Ada dua hal yang buat saya menarik untuk dibahas, yaitu cerita dan kemasan. Hemat saya, dua hal ini yang membuat novel ini menjadi salah satu masterpiece Ika  ...

Continue Reading