Author: Maulana Akbar
-

Tumini
Perempuan-perempuan berkebaya lusuh tanpa alas kaki berada dalam kegelapan. Wajahnya yang kusam tanpa gincu diselimuti sinar bulan yang meratap. Mereka menari-nari diantara cahaya remang obor-obor kecil, membuat payudara ‘tanpa entrok’ mereka berayun-ayun. Diiringi gamelam, mendayu-dayu gemulai, yang menjadi latar keheningan hutan belantara, mereka menari dan menari seperti menggila hingga larut. “Ayo lanjutkan, mari lanjutkan,” seorang…
-

Strategi Masa Depan Blackberry
Dewasa ini, kemajuan teknologi sangat berkembang pesat. Pelaku bisnis yang berkecimpung di dalamnya pun harus berpikir keras untuk berinovasi dalam mengikuti perubahan tersebut. Salah satunya adalah Blackberry, dengan aplikasi unggulannya Blackberry Messenger (BBM), yang sedang berupaya keras untuk mengembalikan pasar mereka yang hilang beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebab Blackberry kehilangan pasar mereka karena kompetitor…
-

Dari Kamar Isal
Ada kabar baik dari kamar Isal. Tidur ternyata sangat sulit. Jadi aku hanya terdiam menatap gelap. Lama sekali. Sampai pukul tiga. Bukan tiga sore tentunya. Kepalaku kembali berputar. Tentang banyak hal. Teman, Keluarga, Negara, tidak lupa tentang diriku sendiri. Juga kamar Isal yang harganya satu setengah juta setiap bulanya. Kamarku satu pertiganya. Kamar Isal bebas,…
-

Head Slices II : Norman
Johnny : Hai Karl kau ingat kejadian kemarin? Karl : Ya…. ya.. aku ingat (sambil tertawa cekikikan) Johnny : Kukira kau sudah lupa karena terlalu mabuk. Sungguh lucu ia tidur tanpa kepala (tertawa melengking) Karl : Dan apa hal yang lebih lucu ? Kau menggaulinya, si wanita tanpa kepala. Johnny : Ya.. Ya.. iya benar. …
-

Freddie
Apa kabarmu hari ini, Freddie ? Aku melihat beberapa videomu hingga selarut ini dan masih terkesan. Mungkin kau tidak tahu, nyanyianmu masih terdengar walau pita suaramu sudah membusuk dimakan cacing-cacing. Apa kau bernyanyi juga buat cacing-cacing di bawah sana? apabila iya aku sangat terkesan. [AdSense-A] Aku ingat sebuah lagumu ketika aku berumur tujuh tahun. Hampir…
-

Tuan, Nyonya, Baginda, Raja, Jendral, dan Dewa
Tuan Yono termenung kebingungan. Nyonya Wati senyum-senyum percaya diri. Baginda Rizal ramai menyerbak parfum simpati. Raja Bowo berkoar tidak seperti biasanya. Jendral Anto susun strategi agar wajahnya lebih sering di televisi, gratis !. Dewa Surya kebingungan cari peluang. Rakyat kelaparan. Rakyat putus sekolah. Rakyat sakit. Tuan, Nyonya, Baginda, Raja, Jendral, dan Dewa sibuk sendiri.
-

Aku Mungkin Berbohong
Suatu hari, ketika aku memejamkan mata. Aku mendengar suara kecil yang menggugah perasaanku. Ia bertanya padaku, mengapa kau memilihnya? Aku terdiam. Ia kembali bertanya padaku, apa yang kau cintai darinya? Aku terdiam. Aku terdiam karena aku tidak bisa menjawabnya. Aku melihat sosoknya sekali lagi untuk mencari satu kalimat alasan dan jawaban. Namun aku tetap terdiam.…
-

Buah Aneh di Seberang Jalan
Chan memberi tahunya tentang buah aneh di seberang jalan, bila ia makan maka akan sial lah seluruh hidupnya. Nino tak percaya perkataan Chan, tapi Nino punya ketakutan akan hal itu. Nino punya hasrat untuk makan buah itu bulat-bulat di depan Chan, lalu ia berkata pada Chan “Lihatlah, kau salah. Aku tak menjadi sial memakan buah…
-

Bulan ke-3 Bekerja di MRA Media
Apa yang kutulis awal bulan April mungkin adalah efek euforia dari mahasiswa yang baru saja lepas dari dunia kampus yang dipenuhi angka-angka tak pasti. Sekian waktu ketika aku telah memulai di tempat ini adalah ketidakpastian akan apa yang telah dan aku lakukan selanjutnya. Mungkin bahasa sederhananya adalah Radio bukan duniaku, begitu juga dengan Hardrock FM…
-

Bayi Merah
Bayi merah yang menjadi pelacur esok siang. Berharap Mary Shelley tidak membuat cerita itu. Memburu sang pencipta. Hingga merasakan apa yang ia timpa. Karena itu tidak mungkin. Monster Frankenstein hanya buruk rupa. Bukan Pelacur. Hanya Serupa. Mereka tercipta untuk membenci bayangan dalam cermin. [AdSense-A] Esok siang, ketika bayi-bayi yang sudah besar itu, berbaris di jalanan…
