Tag: Sastra

  • Dari Kamar Isal

    Dari Kamar Isal

    Ada kabar baik dari kamar Isal. Tidur ternyata sangat sulit. Jadi aku hanya terdiam menatap gelap. Lama sekali. Sampai pukul tiga. Bukan tiga sore tentunya. Kepalaku kembali berputar. Tentang banyak hal. Teman, Keluarga, Negara, tidak lupa tentang diriku sendiri. Juga kamar Isal yang harganya satu setengah juta setiap bulanya. Kamarku satu pertiganya. Kamar Isal bebas,…

  • Head Slices II : Norman

    Head Slices II : Norman

    Johnny             : Hai Karl kau ingat kejadian kemarin? Karl                   : Ya…. ya.. aku ingat (sambil tertawa cekikikan) Johnny             : Kukira kau sudah lupa karena terlalu mabuk. Sungguh lucu ia tidur tanpa kepala (tertawa melengking) Karl                   : Dan apa hal yang lebih lucu ? Kau menggaulinya, si wanita tanpa kepala. Johnny             : Ya.. Ya.. iya benar. …

  • Freddie

    Freddie

    Apa kabarmu hari ini, Freddie ? Aku melihat beberapa videomu hingga selarut ini dan masih terkesan. Mungkin kau tidak tahu, nyanyianmu masih terdengar walau pita suaramu sudah membusuk dimakan cacing-cacing. Apa kau bernyanyi juga buat cacing-cacing di bawah sana? apabila iya aku sangat terkesan. [AdSense-A] Aku ingat sebuah lagumu ketika aku berumur tujuh tahun. Hampir…

  • Tuan, Nyonya, Baginda, Raja, Jendral, dan Dewa

    Tuan, Nyonya, Baginda, Raja, Jendral, dan Dewa

    Tuan Yono termenung kebingungan. Nyonya Wati senyum-senyum percaya diri. Baginda Rizal ramai menyerbak parfum simpati. Raja Bowo berkoar tidak seperti biasanya. Jendral Anto susun strategi agar wajahnya lebih sering di televisi, gratis !. Dewa Surya kebingungan cari peluang. Rakyat kelaparan. Rakyat putus sekolah. Rakyat sakit. Tuan, Nyonya, Baginda, Raja, Jendral, dan Dewa sibuk sendiri.

  • Aku Mungkin Berbohong

    Aku Mungkin Berbohong

    Suatu hari, ketika aku memejamkan mata. Aku mendengar suara kecil yang menggugah perasaanku. Ia bertanya padaku, mengapa kau memilihnya? Aku terdiam. Ia kembali bertanya padaku, apa yang kau cintai darinya? Aku terdiam. Aku terdiam  karena aku tidak bisa menjawabnya. Aku melihat sosoknya sekali lagi untuk mencari satu kalimat alasan dan jawaban. Namun aku tetap terdiam.…

  • Buah Aneh di Seberang Jalan

    Buah Aneh di Seberang Jalan

    Chan memberi tahunya tentang buah aneh di seberang jalan, bila ia makan maka akan sial lah seluruh hidupnya.  Nino tak percaya perkataan Chan, tapi Nino punya ketakutan akan hal itu. Nino punya hasrat untuk makan buah itu bulat-bulat di depan Chan, lalu ia berkata pada Chan “Lihatlah, kau salah. Aku tak menjadi sial memakan buah…

  • Bayi Merah

    Bayi Merah

    Bayi merah yang menjadi pelacur esok siang. Berharap Mary Shelley tidak membuat cerita itu. Memburu sang pencipta. Hingga merasakan apa yang ia timpa. Karena itu tidak mungkin. Monster Frankenstein hanya buruk rupa. Bukan Pelacur. Hanya Serupa. Mereka tercipta untuk membenci bayangan dalam cermin. [AdSense-A] Esok siang, ketika bayi-bayi yang sudah besar itu, berbaris di jalanan…

  • Kereta Ekonomi

    Kereta Ekonomi

    Aku sudah tidak bisa menghitung berapa puluh kali aku bergelantungan di kereta buatan General Electrics ini. Asap rokok di dalam sana membuatku tersengkir dari gebong bagian dalam dan hanya berdiri saja di pintu luar. Karena angin begitu kencang meniup kami dari pintu itu kereta kereta kereta melaju, membuat kami sedikit merasakan penyejuk udara alami di…

  • Harapan di Sudut Keramaian

    Harapan di Sudut Keramaian

    Suara terompet yang nyaring dan ribuan ucapan selamat mulai tersebar di seluruh penjuru dunia. Ada hal-hal penting ketika ketika momen penting terlaksana yaitu keramaian, pesta, dan uang. Kata terakhir tidak bermasalah bagi sebagian besar masyarakat dunia yang minimal saja membeli sebuah terompet tetapi bagi masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan mungkin bukan pilihan bila harus merayakan…

  • Dari Sebuah Lukisan di Gang Sempit

    Dari Sebuah Lukisan di Gang Sempit

    Disaat kendaraan bersesakan di jalan Braga, Bandung, yang  sudah mulai terang, ada sudut-sudut jalan yang tetap saja sepi, sudut jalan di sela-sela banguna-bangunan tua yang berjajar sepanjang jalan Braga, dimana terdapat beberapa seniman jalanan yang tetap semangat melukiskan pikiran-pikiranya  di sehelai kanvas. Lukisan mereka nampak biasa-biasa saja, tak seperti lukisan Leonardo Da Vinci yang dikagumi…