Tag: Fragments

  • Padi Merunduk karena Mabuk

    Padi Merunduk karena Mabuk

    Pangkal kuat karena mengakar; Maslahat arang adalah terbakar; Bunga elok karena bermekar; Kami padu  karena mangkar; Kami kuat karena tunduk Kami adalah padi Padi yang merunduk karena mabuk Demi Sjahrir yang berjalan di salju Zurich Menunggu dua anaknya pulang dari sekolah Apabila di tengah denai ada yang bertanya : apakah ada merah putih didadamu? Ia…

  • Apabila Tuan Rindu

    Apabila Tuan Rindu

    Apabila Tuan rindu, janganlah datang ke Jakarta. Pergilah bersamaku melihat Nusantara. Sawah. Kebun. Apabila Tuan rindu, janganlah diam di daratan. Tanah kita adalah air. Berlayarlah bersamaku  melihat khatulistiwa. Surga. Jamrud. Tuan-Tuan sebelum Tuan adalah pelaut. Ada sebahagian Petani. Rindukah tuan? Penuh sesak di Ibukota.  Hidup di Ibukota. Cari duit di ibukota. Tengok lah, Tuan, tentang…

  • Dave

    Dave

    Tahun  1926, Tan Malaka pernah menulis : “Sebanyak-banyaknya kita cuma mempunyai tukang dongeng, penjilat-penjilat raja yang menceritakan pelbagai keindahan-keindahan dan kegemilangan-kegemilangan, supaya menarik para pendengar.” Hingga kini, kita tidak pernah bersalin akan perkara itu. Seperti dongeng, ada pendongeng, ada pula pendengar – yang terkantuk mendengar cerita yang mendayu. Bukanlah ihwal apabila pendongeng itu membual, tapi…

  • Oedjoe Soetisna (1936-2015)

    Oedjoe Soetisna (1936-2015)

    Pria itu sangat foedal. Kolot. Dulu, ketika badanya sehat benar, kadang emosinya tidak menentu. Tapi ada satu hal yang akan aku ingat : ia tidak pernah memarahiku. Satu minggu sebelumnya, ketika pria itu makin sakit-sakitan, aku menulis beberapa bait di rumah sakit, begini isinya : Jadi tua itu mengesalkan : Badan sakit-sakitan, kulit keriput, daya…

  • Jadi Tua

    Jadi Tua

    Jadi tua itu mengesalkan : Badan sakit-sakitan, kulit keriput, daya ingat payah. Apalagi apabila tingkah laku sudah seperti kanak-kanak : ngompol dicelana, menangis dan meracau karena hal sepele. Anak kecil sih lucu, nah ini. Jadi tua itu jadi beban anak-anaknya, diomeli tiap saat. Sampai anak-anaknya bertanya, kapan kau berkalang tanah saja. Di hati yang terdalam,…

  • Pendayang

    Pendayang

    Kembang latar mati lantaran dipetik oleh pelawat. Ironis. Satu hari di Tebet, Jakarta Selatan, bertempat di ruangan In de Kost yang biasanya merdu oleh suara  beradu insan yang terengah-engah, kini telah hening. Si penyewa yang dedeuh berkalang tanah oleh tamu yang pulang tanpa membayar. Dedeuh, dalam bahasa sunda artinya ‘sayang’, kini tidak bisa mengobral rasa…

  • Suara Siti

    Suara Siti

    Seperti Siti yang seorang Insinyur bangunan itu, yang menjadi pelatih balet di kelas tari kanak-kanak. Meninggalkan gelar dan tumpukan buku sains demi getaran hati dengungan passion. Aku tidak mengenalnya, tapi merasakan risau orang tuanya. Mereka keheranan, mungkin. “Sekolah setinggi-tingginya lalu banting setir setelahnya.” Suaranya. Suaranya seperti satu muara. Tidaklah benar Situ biangnya. Ia benar, menurutku.…

  • Senin

    Senin

    Antipati pada Senin yang rindu. Lantaran ia memecah tidurmu. Memekik untuk tetap berlari dan tidak semaput. Ia sudah tahu kau mengagung-agungkan matahari daripada bulan. Menyembah Minggu daripadan Senin. Meringkus waktu demi bertahan. Singkat waktu pesta pora usai, dengan parau kau berkata : Sial, besok Senin !

  • Petronella Gaspersz (1929-2015)

    Petronella Gaspersz (1929-2015)

    Petronella Gaspersz adalah wanita yang bersemangat. Sejak dulu tiada sekalipun mengeluh mengurus putra-putrinya yang sebelas itu. Rumahnya yang sempit serta gaji prajurit yang tidak memenuhi kantong bukanlah perkara. Apalagi pada saat itu negeri ini acap kali bergejolak. Petrnoella Gaspersz adalah orang yang gigih. Sejak tahun 80an ditinggal menjanda oleh suaminya, ia tetap bertahan dengan gaji…

  • KPK-Polri ; Pandawa-Kurawa

    KPK-Polri ; Pandawa-Kurawa

    Setelah gelap menghilang darah seakan-akan air laut pasang, yang merupakan lumpurnya adalah kain perhiasan para pahlawan yang gugur saling bantai, bangkai gajah dan kuda sebagai karangnya dan senjata panah yang bertaburan laksana pandan yang rimbun, sebagai orang menyusun suatu karangan para pahlawan yang tak merasa takut membalas dendam. Kutipan itu berdengung dari kitab Jawa Kuno…