Author: Maulana Akbar

  • Oedjoe Soetisna (1936-2015)

    Oedjoe Soetisna (1936-2015)

    Pria itu sangat foedal. Kolot. Dulu, ketika badanya sehat benar, kadang emosinya tidak menentu. Tapi ada satu hal yang akan aku ingat : ia tidak pernah memarahiku. Satu minggu sebelumnya, ketika pria itu makin sakit-sakitan, aku menulis beberapa bait di rumah sakit, begini isinya : Jadi tua itu mengesalkan : Badan sakit-sakitan, kulit keriput, daya…

  • Jadi Tua

    Jadi Tua

    Jadi tua itu mengesalkan : Badan sakit-sakitan, kulit keriput, daya ingat payah. Apalagi apabila tingkah laku sudah seperti kanak-kanak : ngompol dicelana, menangis dan meracau karena hal sepele. Anak kecil sih lucu, nah ini. Jadi tua itu jadi beban anak-anaknya, diomeli tiap saat. Sampai anak-anaknya bertanya, kapan kau berkalang tanah saja. Di hati yang terdalam,…

  • Rekaman dari Tahun 2008

    Rekaman dari Tahun 2008

    Pengantar video ini yang paling tepat akan tautkan dari tulisan sahabatku, Abdul Jabar Muchlisin, yang ditulis pada tanggal 9 November 2011 SECARIK TULISAN DARI SAHABAT Menurut kalian apa itu definisi sahabat sejati? saya yakin setiap orang mempunyai persepektif yang berbeda satu sama lain tentang definisi sahabat sejati, namun mempunyai definisi yang sama dalam hal pengertian…

  • Beropini

    Beropini

    Beropini sudah semestinya lugas, jujur, dan to-do-point, tapi ada yang jauh lebih baik diperhatikan : bijak. Beropini itu upaya mengutarakan pendapat terhadap satu hal tertentu. Setiap orang punya sudut pandang dan pendapat berbeda. Perbedaan inilah yang acap kali menimbulkan kebisingan dari yang selaras atau tidak. Dalam beropini terkadang masih disisipi rasa kesal, dengki, atau tidak…

  • Pencitraan Ridwan Kamil

    Pencitraan Ridwan Kamil

    Citra artinya gambar atau menggambarkan. Sedangkan pencitraan, pada zaman ini, mempunyai arti upaya untuk menggambarkan diri sendiri dalam artian negatif, dusta, gombal, dan licik. Ungkapan ini biasanya erat dengan perilaku pejabat negara yang melakukan kegiatan sosial – biasanya hampir bersamaan dengan liputan media. Hal ini beralasan karena banyak khalayak berpendapat pejabat negara itu jabatan yang…

  • Pendayang

    Pendayang

    Kembang latar mati lantaran dipetik oleh pelawat. Ironis. Satu hari di Tebet, Jakarta Selatan, bertempat di ruangan In de Kost yang biasanya merdu oleh suara  beradu insan yang terengah-engah, kini telah hening. Si penyewa yang dedeuh berkalang tanah oleh tamu yang pulang tanpa membayar. Dedeuh, dalam bahasa sunda artinya ‘sayang’, kini tidak bisa mengobral rasa…

  • Pemegang Tongkat Pancing

    Pemegang Tongkat Pancing

    Masyarakat kita masyarakat yang unik nan special sejak dahulu kala. Mudah diarahkan seperti ikan-ikan kecil yang diberi umpan cacing. Ke mana pun umpan mengalir, berbondong-bondong ikan-ikan kecil itu mengikuti. Umpan-umpan itu bisa mengalir ke tempat yang dangkal atau tinggi, bisa saja terserah di pemegang pancing. Ke tempat yang tinggi, seperti pada tanggal 19 September 1945,…

  • Suara Siti

    Suara Siti

    Seperti Siti yang seorang Insinyur bangunan itu, yang menjadi pelatih balet di kelas tari kanak-kanak. Meninggalkan gelar dan tumpukan buku sains demi getaran hati dengungan passion. Aku tidak mengenalnya, tapi merasakan risau orang tuanya. Mereka keheranan, mungkin. “Sekolah setinggi-tingginya lalu banting setir setelahnya.” Suaranya. Suaranya seperti satu muara. Tidaklah benar Situ biangnya. Ia benar, menurutku.…

  • Senin

    Senin

    Antipati pada Senin yang rindu. Lantaran ia memecah tidurmu. Memekik untuk tetap berlari dan tidak semaput. Ia sudah tahu kau mengagung-agungkan matahari daripada bulan. Menyembah Minggu daripadan Senin. Meringkus waktu demi bertahan. Singkat waktu pesta pora usai, dengan parau kau berkata : Sial, besok Senin !

  • Taman Superhero dan Masalah Kota

    Taman Superhero dan Masalah Kota

    Anak-anak bermain ayunan dan berlari-lari. Orang-orang yang lebih tua seakan kembali ke masa kanak-kanak karena melihat bocah-bocah sumringah bukan kepalang. Mungkin lebih tepatnya karena kantong mereka tidak terkuras habis seperti mengajak si kecil ke mall. Di sudut lain, pedagang mainan dan Susu KPBS berharap bocah-bocah itu merengek meminta receh pada orang tuanya. Ah sudah lama…