Tag: Fragments
-

Kamera Tua
Kamera tua kepunyaan Juru Kamera tua. Dirawat tiap hari. Supaya berumur panjang. Catnya lusuh. Berbahan logam buatan Jepang. Dulu ketika Juru Kamera tua tidak disebut tua. Ia berkeliling ke kampung-kampung. Untuk mencari siapa yang mau difoto. Esok lusa ia kembali. Bawa hasilnya. Tapi itu dulu. Ketika motret tidak semudah sekarang. Kemarin. Juru Kamera tua meregang nyawa. Di…
-

Kamu Tahu, eh
Kamu tahu, eh? Bagaimanakah tuan-nyonya pejabat memperlakukan wajah cantik pertiwi? Pada Hutan-hutan yang memesona ; pantai-pantai yang ombaknya bergulung-gulung cantik ? O, kau tak akan pernah menyadarinya. Sungguh. Karena ini seperti selaput dara, tipis antara benar dan salah. Cantikku adalah hutanku. Eksploitasilah keindahannya. Bangunlah pondokan-pondokan asri. Permudahlah jalanya. Orang-orang akan berbondong-bondong mampir ke nusantara. Tapi tuan-nyonya…
-

Orang Kaya Kata Rumput
Sekarang, rumput sedang bicara tentang orang kaya. Apalah artinya, ia hanya sehelai rumput. Tapi menurutku ia benar, mungkin… Katanya : Orang kaya itu aneh. Aku mengerutkan dahi dengan kalimat pertamanya. Lanjutnya : Orang kaya itu punya banyak uang, katanya mereka bisa membeli kebahagiaan, bukankah begitu? Aku diam karena tidak begitu yakin. Nadanya meninggi : menurutku mereka tidak membeli…
-

Ratu Atut mulai Takut
Ratu Atut mulai takut. Kerajaaanya mulai diserang. Takut. Takut. Ratu Atut takut. Rakyatnya tak ikut membantu. Karena mereka didzalimi. Disembelih untuk dibuat satai. Takut. Takut. Ratu Atut takut Anak si pendekar kini tinggal bui. Makan sisa sisa kue yang tersisa. Disembunyikan. Biar tak dimakan tikus got. Takut. Takut. Ratu Atut takut Rakyat mulai menari. Genderang kendang mulai dipukul. Kastil sudah akan runtuh. Obor-obor sudah dibakar. Matahari…
-

Prajurit di Pohon Jati
—
in FragmentsAda lima belas prajurit sejauh ini, diantaranya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak.Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa.Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya.Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara.Fandi, yang kekar dan dicurigai Adit sebagai homo karena ia rupawan.Riski, yang artinya dalam bahasa indonesia:risikoi.Lia, punya ikat rambut hipnotis di…
-

Menipu Kedelai
—
in FragmentsPria paruh baya turun dari mobil mewah.Wajahnya bijaksana. Sangat pandai bicara tentang kesejahteraan dan persatuan.Percayalah tentang kesejahteraan karena ia memang sejahtera.Pakaianya mewah dan mahal. Itulah sejahtera. Percaya juga tentang persatuan karena ia memang bersatu.Bersatu dengan partai-partai dan koloni-koloninya. Untuk uang, untuk singgasana. Pria itu menggunakan rompi oranye, bertuliskan : Tahanan KPK.Rompinya murah, tapi dalamnya tetap…
-

Begitu Menggantung di Awan
Begitu menggantung di awan, hujan terjun bebas. Menari, menyanyi, bersinergi dengan berton-ton air yang jatuh ulah gravitasi. Memandikan manusia ataupun bukan. Benda yang bergerak ataupun bukan. Orang berduit ataupun bukan. Orang yang lapar ataupun bukan. Tak peduli apa maupun siapa. Kerap menjadi Jendral untuk menyerang Ibukota. Kerap menjadi Pahlawan untuk kebun yang kehausan. Terkadang dengki,…
-

Pohon Jati
Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantarainya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak. Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa. Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya. Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara. Fandi, yang kekar dan dicurigai Adit sebagai homo karena ia rupawan. Riski, yang artinya dalam bahasa Indonesia:…
-

Tumini
—
in FragmentsPerempuan-perempuan berkebaya lusuh tanpa alas kaki berada dalam kegelapan. Wajahnya yang kusam tanpa gincu diselimuti sinar bulan yang meratap. Mereka menari-nari diantara cahaya remang obor-obor kecil, membuat payudara ‘tanpa entrok’ mereka berayun-ayun. Diiringi gamelam, mendayu-dayu gemulai, yang menjadi latar keheningan hutan belantara, mereka menari dan menari seperti menggila hingga larut. “Ayo lanjutkan, mari lanjutkan,” seorang…
-

Dari Kamar Isal
Ada kabar baik dari kamar Isal. Tidur ternyata sangat sulit. Jadi aku hanya terdiam menatap gelap. Lama sekali. Sampai pukul tiga. Bukan tiga sore tentunya. Kepalaku kembali berputar. Tentang banyak hal. Teman, Keluarga, Negara, tidak lupa tentang diriku sendiri. Juga kamar Isal yang harganya satu setengah juta setiap bulanya. Kamarku satu pertiganya. Kamar Isal bebas,…
