Tag: Cerpen
-

Republik Balaka
Gemerlap ruangan ini tak hentinya oleh blitz kamera wartawan, mengambil momen dari sebuah alur cerita dalam film yang aku buat sendiri. Ya, aku menganggap negaraku ini hanya sebuah layar yang berisi adegan-adegan menyedihkan dengan cara yang dramatis dan diakhiri dengan kemenangan aktor utama. Akulah sutradara dan aktornya. Pintu tinggi terbuat dari kayu terbaik dari hutan Balaka dengan cat berwarna coklat, tergantung papan…
-

Aku adalah Botol Coke
—
Aku adalah botol coke. Hari ini adalah hari terbaikku, tubuhku di cat dengan warna merah menyala dan diisi penuh oleh coke membuat setiap orang yang melihatku di siang hari akan menelan ludahnya. Aku berada diantara teman-temanku di dalam sebuah dus yang dibungkus rapi dan diangkat ke sebuah tempat, dengan sebuah truk bersama ratusan dus lainya.…
-

Pion
—
Buku-buku itu menumpuk di ruangan sempit tiga kali enam meter. Lampu lima watt begitu redup untuk membaca dengan jelas. Aku berada disini untuk menjadi pion atas misi mereka, apalah aku ini menjadi pion ataupun bukan. Itu bukanlah hal yang penting. Kehimpitan hidup ini segaralah diakhiri dengan kemenangan. Aku telah hidup dan berbuat sesuatu, untuk kepercayaanku.…
-

Jangan Mengejar Kupu-Kupu
—
Sudah diberitahu ribuan kali, Nusar tetap bak seorang tuli. Bukanya ia ingin menjadi tuli, tetapi rasa emosinya membiarkannya menjadi seorang yang tuli. Ibunya sudah meninggikan suara lima centimeter di telinganya, tetap saja pada pendiriannya. “jangan pernah kau mengejar kupu-kupu, itu dilarang” ” ….” Nusar hanyalah terdiam, tapi ia yakin itulah salah satu hal yang ia…
