Tag: Fragments

  • Teguh Dundah Gulana

    Teguh Dundah Gulana

    Teguh ini sudah saya kenal sejak tujuh tahun yang lalu. Di satu sisi ia adalah teman yang menyebalkan, disisi lain ia adalah yang dirindukan. Terlalu atraktif, mungkin sebabnya. Semenjak lulus dari Statistika Unpad, Ia melanjutkan usaha keluarga di Kalimantan. Sedangkan kami, teman-teman kuliahnya, berkutat di Jakarta atau Bandung untuk mengejar karir – juga kepentingan duniawi masing-masing. …

  • Tengkulak Jepang

    Tengkulak Jepang

    Tengkulak-tengkulak Jepang berak. Dimakan tamak oleh priayi-priayi lapar. Jalanan selalu penuh sesak. Karena priayi selalu lapar. Tengkulak-tengkulak Jepang Buncit. Priayi-priayi masih lapar. Mari kita tambah sesak. Oleh kotoran tengkulak-tengkulak Jepang. Disana ada mobil murah. Bukan sembako yang murah. Karena priayi-priayi tidak makan sembako. Cuma makan kotoran tengkulak-tengkulak Jepang. Tengkulak-tengkulak Jepang semakin banyak berak. Priayi-priayi semakin…

  • Aku Tahu Itu  Matahari

    Aku Tahu Itu Matahari

    Aku tahu, matahari tidak mungkin malas terbit seperti aku malas bangun di hari Senin. Aku juga tahu, matahari tidak mungkin lupa terbenam seperti aku yang lupa tidur karena keasyikan ngobrol di kedai kopi. Dan aku juga tahu, matahari akan tetap menjadi matahari sampai kapan pun, tidak sepertiku, pernah menjadi John Lenon, Kurt Cobain, sampai nyaris…

  • Berang Jadinya

    Berang Jadinya

    Padahal kita sandingan sejak lampau. Lantaran kita berbeda pandangan. Tentang Presiden yang memimpin kampung halaman, jadi begini remuk pertalian. Katamu Joko. Kataku Bowo. Walaupun Joko menang, hutangmu tetap tumpuk. Ataupun Bowo menang, kau harus kembali ke ladang. Mak Romlah, tetangga sebelah kita, tetap juga sakit-sakitan. Semoga ketika tungku ini mendingin. Kita bisa memulainya lagi, ya?…

  • Uri

    Uri

    Uri bicaranya seperti kumur-kumur, daya ingatnya lemah, wajahnya cekung, dan ucapannya selalu menggelitik. Wajar saja banyak orang mencemoohnya, si Uri yang berumur  dua puluh delapan tahun asli Mampang. Di samping semua kelemahan nya, ada hal-hal yang membuat semua orang kagum, seperti, [AdSense-A] Uri itu sayang Ibunya. Ketika ibunya terbaring di rumah sakit dan tidak ada…

  • Tejo Prapto

    Tejo Prapto

    “Tejo Tejo.. Mana ada orang rendah hati yang menyebut  dirinya sendiri jujur, merakyat, sederhana. Mana ada orang jujur yang mengingkari ucapannya sendiri. Tejo … Tejo ,”  suara rendah Ibu Suci, ketua arisan warga yang sedang menghitung uang arisan, “Tapi tetep kok aku milih kamu. Ya wong kamu itu ndeso. Orang ndeso kan prihatin. Orang prihatin mengerti orang prihatin. Kamu kan kurus-kering. Orang kurus kan gak serakah.…

  • Hari ini : 25 April.

    Hari ini : 25 April.

    Hari ini : 25 April. Bumi sudah melalui jutaan kali di titik yang sama, di tanggal 25 April. Biar kudikte satu-per-satu. Jangan lupa kau catat dan ingat. 25 April 404 Sebelum Masehi, Athena hancur compang-camping dipecundangi Spartan. 25 April 1859, Terusan Suez memulai sejarahnya. Siapa sangka hingga hari sudah dilangkaui jutaan mesin terapung. 25 April…

  • Robot-robot Tua

    Robot-robot Tua

    Coba Renungkan sejenak saja. Robot-robot, yang diatur sedemikian rupa untuk dapat melakukan berbagai macam hal, mulai bekerja. Mereka melakukan hal yang sama setiap harinya: Bangun – Berdesakan ke Kantor – Melakukan Hal Rutin – Berdesakan Pulang – Tidur. Begitu seterusnya hingga bertahun-tahun lamanya. Hingga suatu saat nanti robot-robot itu sudah mulai berkarat serta usang bersamaan…

  • Lima Tahun

    Lima Tahun

    Seseorang bertanya kepadaku : apa yang kau lakukan selama lima tahun ? Presiden, yang naik lima tahun lalu, pastinya akan meninggalkan kursinya. Ibu, yang melahirkan lima tahun lalu, pastinya sudah punya anak di bangku taman kanak-kanak.  Maling, yang dipenjara lima tahu lalu, pastinya sudah menghirup udara bebas. Aku sejenak menyadari itu. Lalu berpikir. Apa yang sudah aku…

  • Obrolan Dua Kereta

    Obrolan Dua Kereta

    Di stasiun Tanah Abang. kereta diesel tua tujuan Rangkas Bitung sedang berbincang dengan commuter line. Aku menguping dan pura-pura tidak menghiraukan mereka. Mereka berbincang tentang keseharian mereka.  Mereka bercanda. Akrab sekali. Seperti kakek dan cucunya. Seorang pria berpakaian necis dan rapi, lengkap dengan sepatu kulit buaya dan gadget mahal buatan Korea yang digenggamnya terus, masuk menuruni peron satu…