Peniliti yang baik adalah seorang pembaca dan penulis yang baik. Peneliti yang hebat, selain itu, adalah seorang pembicara yang hebat. Sedangkan penulis yang luar biasa, selain itu, adalah seorang dermawan yang rendah hati.

— Maulana Akbar

#1 Tan Malaka : Revolusi

Ditulis Oleh Tuesday, June 30, 2015 , Permalink 0

Saya bisa jadi tidak akan pernah mengerti arti dari revolusi. Mao Zedong bilang, “Jika Anda ingin tahu rasa buah pir, anda harus makan sendiri. Jika Anda ingin mengetahui teori dan metode revolusi, Anda harus mengambil bagian dalam revolusi. Semua pengetahuan asli berasal pengalaman langsung.” Sedangkan saya tidaklah pernah turut serta dalam proses revolusi. Pada tahun 1998 saya masih berumur sembilan tahun dan tidak tahu menahu.

Tapi ketika anda membaca halaman pertama dari buku Masa Aksi (1926), karya Tan Malaka, anda mendapatkan pencerahan tentang revolusi, Tan Malaka bilang revolusi timbul karena sebab – yang tidak bisa disingkirkan – pertentangan kelas yang semakin tajam. “Semakin besar kekayaan pada satu pihak, semakin beratlah kesengsaraan dan perbudakan di lain pihak. Pendeknya semakin besar jurang antara kelas yang memerintah dengan kelas yang diperintah semakin besarlah hantu revolusi,” kata Tan. Hal ini boleh dibilang pemikiran tan memang terlalu Marxist, tapi tidak haram kalau pemikiran ini menghantui kita saat ini. Akhir-akhir majalah forbes merilis orang-orang terkaya versi mereka (source) . 22 orang diantaranya berasal dari Indonesia, dengan mengantongi kekayaan sebesar Rp 713 triliun. Di pihak lain, BPS meris jumlah pengangguran di Indonesia meningkat sebanyak 210 ribu jiwa dalam enam bulan terakhir (pada bulan Februari 2015) (source). Apakah itu tanda-tanda datangnya hantu revolusi di Indonesia?

Prolog : Tinjauan Saya tentang Tan Malaka

Ditulis Oleh Sunday, June 28, 2015 Permalink 0

Tan Malaka kini sebagai lambang komunisme, sebagian bahkan memadangnya sebagai lambang kedurjanaan. Sebegitu raya pengaruh pandangan masyarakat pada PKI hingga sedemikian rupa. Namun perlu disadari bahwa jauh sebelum Indonesia merdeka, Tan Malaka sudah berjuang memperjuangkan kebebasanya. Berganti-ganti nama, menyamar, berkeliling negara, keluar masuk bui sudah menjadi kelaziman. Hingga entah bagaimana Tan Malaka rasakan bahwa pada akhirnya ia meregang nyawa oleh bangsanya sendiri.

Tan Malaka memang benar seorang komunis, tapi kata Tan Malaka, “Di depan Tuhan saya adalah seorang muslim.” Banyak pula tokoh Islam pada zamanya sangat menghormati beliau. Begitu juga karya-karyanya menjadi inspirasi bagi tokoh tokoh perjuangan bangsa.

Dave

Ditulis Oleh Sunday, June 28, 2015 Permalink 0

Tahun 1926, Tan Malaka pernah menulis : “Sebanyak-banyaknya kita cuma mempunyai tukang dongeng, penjilat-penjilat raja yang menceritakan pelbagai keindahan-keindahan dan kegemilangan-kegemilangan, supaya menarik para pendengar.”

Hingga kini, kita tidak pernah bersalin akan perkara itu. Seperti dongeng, ada pendongeng, ada pula pendegar – yang terkantuk mendegar cerita yang mendayu. Bukanlah ihwal apabila pendongeng itu membual, tapi bisa jadi soal berat bagi pendengar yang turut hanyut.

Beropini

Ditulis Oleh Thursday, May 14, 2015 No tags Permalink 0

Beropini sudah semestinya lugas, jujur, dan to-do-point, tapi ada yang jauh lebih baik diperhatikan : bijak. Beropini itu upaya mengutarakan pendapat terhadap satu hal tertentu. Setiap orang punya sudut pandang dan pendapat berbeda. Perbedaan inilah yang acap kali menimbulkan kebisingan dari yang selaras atau tidak.

Dalam beropini terkadang masih disisipi rasa kesal, dengki, atau tidak enak. Bagi yang membacanya, bisa saja kurang sedap – bahkan tidak etis. Bagi yang beropini, itu biasa saja. Itulah yang perlu penulis perhatikan : memposisikan diri sebagai pembaca.

#Pencitraan Ridwan Kamil

Ditulis Oleh Monday, April 20, 2015 , Permalink 0

Citra artinya gambar atau menggambarkan. Sedangkan pencitraan, pada zaman ini, mempunyai arti upaya untuk menggambarkan diri sendiri dalam artian negatif, dusta, gombal, dan licik. Ungkapan ini biasanya erat dengan prilaku pejabat negara yang melakukan kegiatan sosial – biasanya hampir bersamaan dengan liputan media. Hal ini beralasan karena banyak khalayak berpendapat pejabat negara itu jabatan yang kotor, terlalu eksentrik apabila melakukan kegiatan baik.

Adapun ketika pejabat benar-benar ‘kepingin’ punya niatan ‘baik’ biasanya sudah diserang dengan makian ‘pencitraan’. “gawe diberitakeun disebut pencitraan. teu diberitakeun disebut tara gawe. sabar we, ” ujar Ridwan Kamil, Walikota Bandung, melalui kicaucan twitter membalas kicauuan salah satu netiezn yang melantarkan tuduhan itu.

Pendayang

Ditulis Oleh Tuesday, April 14, 2015 Permalink 0
Kembang latar mati lantaran dipetik oleh pelawat. Ironis.

Satu hari di Tebet, Jakarta Selatan, bertempat di ruangan In de Kost yang biasanya merdu oleh suara beradu insan yang terengah-engah, kini telah hening. Si penyewa yang dedeuh berkalang tanah oleh tamu yang pulang tanpa membayar.

Dedeuh, dalam bahasa sunda artinya ‘sayang’, kini tidak bisa mengobral rasa sayang di kasur enpuknya. Dedeuh itu dulu adalah seorang pendayang, yang menjajakan melalui dunia daring. Tamu datang bergantian tanpa harus dipanggil-panggil dari pinggir trotoar yang gelap.

Senin

Ditulis Oleh Sunday, April 5, 2015 No tags Permalink 0

Antipati pada Senin yang rindu.

Lantaran ia memecah tidurmu.

Memekik untuk tetap berlari dan tidak semaput.

Ia sudah tahu kau mengagung-agungkan matahari daripada bulan.

Menyembah Minggu daripadan Senin.

Meringkus waktu demi bertahan.

Singkat waktu pesta pora usai, dengan parau kau berkata : Sial, besok Senin !

Bandung, Minggu, 05 April 2015.

Professor Anil K. Gupta : Grassroots Innovation dari India

Ditulis Oleh Tuesday, March 31, 2015 Permalink 0
You cannot have two principles of justice, one for yourself and one for others. (Professor Anil K. Gupta)

Everett M.Rogers (1931-20014), sosiolog terkemuka dari Amerika Serikat, pernah berkata begini : Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik, atau objek, yang didasari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Dari gagasan tersebut, Inovasi bukan hanya berkenaan dengan penemuan hal baru tetapi bagaimana suatu ide atau gagasan itu bisa di share bagi khalayak.

Inovasi pula bisa menjadi solusi bagi banyak permasalahan, baik itu dalam sistem entreprise atau rumah tangga, baik sekala besar maupun kecil, atau bagi negara besar atau kecil. Inovasi bagai sebuah pembaharuan dari hal yang biasa menjadi lebih baik.