Critical Eleven : Sepetik Pendapat

Ditulis Oleh Thursday, April 28, 2016 Permalink 0

Saya beli novel ini karena cover-nya. Terlebih-lebih novel ini selalu berada di rak ‘best selling’. Sehingga novel Critival Eleven ini saya beli untuk dibaca diwaktu senggang. Saya baca dalam empat hari. Gaya bahasa Ika Natassa sangat khas dan unik, dicampurya bahasa indonesia sehari-hari dengan sisipan-sisipan bahasa inggris.[/dropcap

Secarik Kisah dari Kampung Luar Batang : Rakyat yang Dipinggirkan.

Ditulis Oleh Saturday, April 16, 2016 , , Permalink 0

Saya membelah Jakarta ke arah utara, menuju arah museum Fatahilah di kota tua, Jakarta Pusat. Tidak jauh setelah saya lewati gedung-gedung tua masa kolonial belanda berjejer kokoh, harum pasir pantai – agak amis ikan, sangat sulit dijelaskan – sudah melambai tajam, menandakan bahwa saya sudah berada di ujung Jakarta. Hari itu, Jumat, 15 April 2015, saya menyempatkan untuk mengunjungi saudara-saudara kita di Pasar Ikan, Luar Batang, yang baru saja terkena ‘musibah’.

Kursi Berpenggerak Sinyal Otak

Ditulis Oleh Friday, April 8, 2016 Permalink 0

Saya selalu tertarik dengan hasil penelitian dari peneliti ilmu pengetahuan alam dan teknik. Outputnya bisa berupa benda konkret yang bisa diaplikasikan langsung. Inovasi hasil penelitinya pun biasanya lebih bersentuhan langsung dengan teknologi yang 'canggih'. Seperti hasil penelitian karya anak bangsa, Kursi Berpenggerak Sinyal Otak, yang digagas oleh Dr. Arjon Turnip dari LIPI. Kursi roda ini dapat digerakan langsung oleh frekuensi otak. "Kursi roda elektrik membantu penyandang disabilitas yang tak bisa menggerakkan anggota badan dan pengguna bisa menggerakkan serta mengendalikan kursi roda hanya dengan memikirkan perintah," kata Kepala UPT Balai Pengembangan Instrumentasi Demi Soetraprawata, dilansir dari berita antara. Teknologi itu merupakan penyempurnaan pengembangan alat yang ...

10 Cloverfield Lane : Tebak !

Ditulis Oleh Thursday, April 7, 2016 No tags Permalink 0

Science Fiction kini sudah masuk era ide-ide gila. Tidak Cuma bicara serangan alien yang gitu-gitu saja, tapi imajinasi di luar hal-hal biasa itu sudah mulai banyak bermunculan. Seperti Film Inception (2010), salah satu karya terhebat Christoper Nolan, yang buat pecinta film dan scientist bakal sepakat bicara : gila ini film !

Catatan Kecil Menjadi Menjadi Penelliti : Dikfung Peneliti Gel. VI

Ditulis Oleh Wednesday, April 6, 2016 , Permalink 0

Ini bukan sekadar menemukan masalah dan mencarikan solusi. Bukan pula melihat isu yang menarik lalu segera menulis paper. Profesi Peneliti yang terpikir olehku adalah Habibie dengan jas lab sedang mengukur ekor pesawat yang dinaiki oleh Einstein yang sedang mengaduk-aduk bahan kimia. Sebuah pekerjaan yang penuh dengan hal sistematis dan kaidah-kaidah ilmiah. Memang benar sih. Namun setelah mengikuti diklat peneliti, ternyata ada setitik cahaya : perubahan dalam kegersangan. Perubahan paradigma yang sudah tertanam dalam otaku.

Memulai Profesi Peneliti Melalui Diklat Fungsional Peneliti

Ditulis Oleh Wednesday, April 6, 2016 , Permalink 0

Untuk menjadi peneliti di lingkungan pemerintah Indonesia itu sukar-sukar mudah. Sebagai kandidat peneliti harus melengkapi syarat utama, yaitu mengikuti pendidikan kilat (diklat) Fungsional Peneliti Tingkat. 1 di Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Pusbindiklat – LIPI). Syarat itu menjadi mutlak, seberapa banyak pengalaman dan penghargaan tetap harus melewati diklat ini.

Siapakah Klub Sepakbola Terbaik di Indonesia?

Ditulis Oleh Friday, February 26, 2016 Permalink 2

Menelisik perjalanan sepakbola nusantara sangatlah menarik. Sejarah kompetisi yang begitu panjang, sekitar 84 tahun, mewarnai hiruk-pikuk dunia lapangan hijau. Tidak hanya tentang pemain, klub, dan suporter, melainkan perjalanan sepakbola yang juga menandakan perjalanan panjang besarnya Negara ini – dapat dilihat dalam bebrapa tahun kompetisi dihentikan : Kemerdekaan Indonesia (1944-1947) dan Reformasi (1997/1998).

Secara garis besar, selama waktu itu kompetisi sepakbola di Indonesia dapat dibagi tiga, yaitu Pra-Kemerdekaan (1931-1945), Pasca Kemerdekaan-Amatir (1946-1994), dan Era Modern (1995-hingga kini). Saya menyebutnya tiga zaman persepakbolaan Indonesia. Hal yang membuat liga amatir dibagi menjadi dua karena banyak klub sebelum tahun 1945 banyak yang dimiliki oleh Orang Belanda dan sebagian besar namanya pun masih berbau belanda, seperti VIJ Jakarta (Persija), BVIB (Persib), dan SIVB (Persebaya).

Bicara minuman beracun, cekatanya penegak mengupas pembunuhan Mirna oleh (diduga) Jessica ; Bising di layarkaca, bengah disana-sini. Lalu Munir?

Ah, apalah pula artinya Munir, kami bising anda senyap. Lantas teringat ucapan orang lampau yang bijak: bagai bara dalam sekam.