Dendam Kesumat

Ditulis Oleh Monday, July 21, 2014 Permalink 0
Ingatlah di Madiun. Betapa buas nya PKI yang membantai dan menistakan tempat ibadah kita.
Ingat juga setelahnya – tahun-tahun sesudahya – pemerintah, masyarakat, tentara, dan kaum agamis turut membantai PKI habis-habisan. Bahkan mereka yang cuma dikira. Setelahnya pun anak-cucu mereka ‘diborgol’.
Ingatlah betapa durjana nya orang Tiongkok itu : merebut tanah kita, memperbudak orang kita, dan menghisap Harta kita.
Ingatkah kita berapa banyak kita membantai, memperkosa, membakar rumah mereka ? Geger Pecinan, Mangkok Merah, Pembantaian Glogok, Kerusuhan 1998, dan nama-nama lainya yang sudah menjadi sejarah. Apakah kita ingat?

Yessi dan Lian

Ditulis Oleh Sunday, July 20, 2014 No tags Permalink 0

Yessi menatap Lian. Tak terdengar sepatah kata dari mulut mereka. Itu terjadi selama dua puluh menit.

Terdengar suara isak tangis dari mulut Lian. Yessi masih diam. Itu terjadi selama sepuluh menit.

Tangis Lian mulai reda. Yessi masih diam. Yessi mundur dua langkah, membalik badan lalu berjalan menuju pintu depan, membuka pintu lalu pergi.

Lian menangis lagi, makin keras. Tidak ada Yessi disitu.

Bakuto

Ditulis Oleh Tuesday, July 15, 2014 Permalink 0

Saya sih tidak akan memojokan pihak manapun. Tulisan ini bukan juga sebuah surat terbuka – seperti yang ditulis banyak seniman ibu kota – untuk pihak manapun. Hanya saja, saya menulis ini karena jari-jari saya menginginkanya. Perlu di ingat, jari-jari saya tidak berkempentingan dalam hal ini. Dia jujur.

Head Slices | Part III : Kepala Pertama

Ditulis Oleh Sunday, July 13, 2014 , Permalink 0

Kelas Tujuh Berisi dua belas siswa-siswi. Suasana ruanganya dingin dan serba kayu. Kursi, Meja, Lantai, dan dindingnya terbuat dari kayu. Di sisi samping kiri, ada dua buah meja yang menghadap langsung ke halaman sekolah. Di sisi lainya, terdapat pintu menuju lorong sekolah yang di sampingnya terdapat lukisan cat minyak berlukiskan Jimmy Carter, atau lebih tepatnya sosok yang mirip Jimmy Carter karena di lukisan itu Jimmy Carter mempunyai senyuman yang terlalu manis dan feminim.

Vaalsberg | Part I : Indische

Ditulis Oleh Sunday, July 13, 2014 , Permalink 0

Seorang Pria menatap layu rumah tua di depanya. Entah berapa lama ia berdiri tegap disana, namun yang pasti matahari sudah mulai turun di balik bukit Vaalserberg – tanah tertinggi di negeri ini. Tangan kasarnya meraba saku di jaket wol lusuh dan menarik arloji yang menggantung disana, melirik sejenak lalu kembali menatap rumah itu. Kali ini dengan tatapan yang lebih layu.

Menulis #SavePalestine saja tidak cukup. Dan kemanakah para aktivis HAM yang biasanya berkoar?
— Maulana Akbar

Marjati

Ditulis Oleh Thursday, July 3, 2014 , Permalink 0

Marjati, gadis enam belas tahun asal Garut, adalah gadis yang benar baru matang. Buah dada yang siap dipetik juga lekukan tubuhnya yang siap di eksplorasi menjadikan dia adala kutub magnet dari semua pria disekelilingnya. Tiap harinya, ia berjalan sejauh enam kilometer untuk berjalan ke pasar Tarogonng untuk menjual jagung dari kebunya.

They Are Happy Muslims

Ditulis Oleh Wednesday, July 2, 2014 Permalink 1

Islam is beautiful religion for humans around the world. As long as, we understanding what Al-Quran teach. At middle East and few Africa and Asia countries, Islam has been scattered long ago. Especially, in America and Europe, the Islamic got significant growth recently. They, people at Europe that converting to Islam, thought that Islam giving a serenity and happiness. It`s not only about how to Islam dressed and Quran said, but also how to doing activity based on Islam.

Mereka yang Fanatik

Ditulis Oleh Wednesday, July 2, 2014 , , Permalink 0

Saya tahu, bulan ini adalah Euforia untuk tiga hal : Pemilu Presiden, Piala Dunia, dan Ramadhan. Tiga hal yang tahun-tahun sebelumnya di rayakan disaat yang berbeda, namun hari ini harus dirayakan berdampingan. Ada rasa lucu dan unik, seperti nonton Piala Dunia sembari santap sahur, nonton piala dunia dengan iklan syirup, atau nonton debat presiden dan pertandingan bola bersamaan.

Uri

Ditulis Oleh Tuesday, June 24, 2014 Permalink 0

Uri bicaranya seperti kumur-kumur, daya ingatnya lamah, wajahnya cekung, dan ucapanya selalu menggelitik. Wajar saja banyak orang mencemoohnya, si Uri yang berumur dua puluh delapan tahun.