#Pencitraan Ridwan Kamil

Ditulis Oleh Monday, April 20, 2015 , Permalink 0

Citra artinya gambar atau menggambarkan. Sedangkan pencitraan, pada zaman ini, mempunyai arti upaya untuk menggambarkan diri sendiri dalam artian negatif, dusta, gombal, dan licik. Ungkapan ini biasanya erat dengan prilaku pejabat negara yang melakukan kegiatan sosial – biasanya hampir bersamaan dengan liputan media. Hal ini beralasan karena banyak khalayak berpendapat pejabat negara itu jabatan yang kotor, terlalu eksentrik apabila melakukan kegiatan baik.

Adapun ketika pejabat benar-benar ‘kepingin’ punya niatan ‘baik’ biasanya sudah diserang dengan makian ‘pencitraan’. “gawe diberitakeun disebut pencitraan. teu diberitakeun disebut tara gawe. sabar we, ” ujar Ridwan Kamil, Walikota Bandung, melalui kicaucan twitter membalas kicauuan salah satu netiezn yang melantarkan tuduhan itu.

Pendayang

Ditulis Oleh Tuesday, April 14, 2015 Permalink 0
Kembang latar mati lantaran dipetik oleh pelawat. Ironis.

Satu hari di Tebet, Jakarta Selatan, bertempat di ruangan In de Kost yang biasanya merdu oleh suara beradu insan yang terengah-engah, kini telah hening. Si penyewa yang dedeuh berkalang tanah oleh tamu yang pulang tanpa membayar.

Dedeuh, dalam bahasa sunda artinya ‘sayang’, kini tidak bisa mengobral rasa sayang di kasur enpuknya. Dedeuh itu dulu adalah seorang pendayang, yang menjajakan melalui dunia daring. Tamu datang bergantian tanpa harus dipanggil-panggil dari pinggir trotoar yang gelap.

Senin

Ditulis Oleh Sunday, April 5, 2015 No tags Permalink 0

Antipati pada Senin yang rindu.

Lantaran ia memecah tidurmu.

Memekik untuk tetap berlari dan tidak semaput.

Ia sudah tahu kau mengagung-agungkan matahari daripada bulan.

Menyembah Minggu daripadan Senin.

Meringkus waktu demi bertahan.

Singkat waktu pesta pora usai, dengan parau kau berkata : Sial, besok Senin !

Bandung, Minggu, 05 April 2015.

Professor Anil K. Gupta : Grassroots Innovation dari India

Ditulis Oleh Tuesday, March 31, 2015 Permalink 0
You cannot have two principles of justice, one for yourself and one for others. (Professor Anil K. Gupta)

Everett M.Rogers (1931-20014), sosiolog terkemuka dari Amerika Serikat, pernah berkata begini : Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik, atau objek, yang didasari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Dari gagasan tersebut, Inovasi bukan hanya berkenaan dengan penemuan hal baru tetapi bagaimana suatu ide atau gagasan itu bisa di share bagi khalayak.

Inovasi pula bisa menjadi solusi bagi banyak permasalahan, baik itu dalam sistem entreprise atau rumah tangga, baik sekala besar maupun kecil, atau bagi negara besar atau kecil. Inovasi bagai sebuah pembaharuan dari hal yang biasa menjadi lebih baik.

Biar Ramai, Hidup Dicaci Mati Disanjung

Ditulis Oleh Monday, March 30, 2015 No tags Permalink 1

Kematian suatu yang nestapa, pilu, dan lara. Pada saat upacara pemakaman, orang yang mati akan disanjung dan diratapi kepergianya. Seluruh dosa seakan luruh dan hanya kebaikanya yang diperbincangkan. Kerabat akan datang dan menangis. Itulah kematian.

Manusia acap kali menjadi mahluk artifisial. Rasa simpati tidak bisa diterka sebagai perasaan yang otentik. Sehingga senyuman manusia adalah bentuk yang imajiner yang tidak melulu dengan pengungkapan perasaan bahagia. Bisa jadi ungkapan simpati dan senyuman beriringan dengan ocehan cela.

Membedah Sepakbola dengan Angka

Ditulis Oleh Monday, March 16, 2015 Permalink 0

Sepakbola modern dewasa ini sudah berintegrasi dengan banyak subjek. Tidak melulu soal pemain, taktik dan perhitungan menang-kalah, tapi juga subjek lain yang sebelumnya tidak berkaitan dengan sepakbola, salah satunya adalah statistika.

Statistika sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang data, dan mengukur, mengendalikan, dan mengkomunikasikan ketidakpastian (Davidian, M. and Louis, T. A). Bicara tentang ketidakpastian, sepakbola adalah permainan yang memiliki ketidakpastian tinggi. Menang-kalah bukan hal yang mudah dikira, apalagi berbincang tentang masalah skor pertandingan.

Sebelum Statistika diterapkan bagi setiap penganalisa Sepakbola, para penjudi sudah memanfaatkan subjek ini jauh-jauh hari. Mereka memanfaatkan statistika sebagai alat untuk memprediksi kecenderungan – terutama judi bola. Dengan harapan mereka dapat menentukan peluang terbesar untuk memenangkan judi.

Suara Siti

Ditulis Oleh Friday, March 6, 2015 No tags Permalink 0

Seperti Siti yang seorang Insinyur bangunan itu, yang menjadi pelatih balet di kelas tari kanak-kanak.

Meninggalkan gelar dan tumpukan buku sains demi getaran hati dengungan passion.

Aku tidak mengenalnya, tapi merasakan risau orang tuanya. Mereka keheranan, mungkin.

“Sekolah setinggi-tingginya lalu banting setir setelahnya.” Suaranya.

Suaranya seperti satu muara. Tidaklah benar Situ biangnya. Ia benar, menurutku.

Tapi siapa yang mampu mendobrak isi hati Siti?

Lalu terkagum-kagum dengan idealisme yang merontokan segalanya.

Dikagumi tidak dapat memanen uang, benar ?

Tapi kebahagiaan yang tinggi semampai tidak bisa dibayar dengan apapun.

Kalian tidak perlu berawai pada siti, tapi bangga karenanya.

Karena, Siti berani seperti seorang prajurit : meninggalkan kebahagian demi suara hatinya.

Jakarta, 06 April 2015.

Siapakah Klub Sepakbola Terbaik di Indonesia?

Ditulis Oleh Thursday, February 26, 2015 Permalink 2

Menelisik perjalanan sepakbola nusantara sangatlah menarik. Sejarah kompetisi yang begitu panjang, sekitar 84 tahun, mewarnai hiruk-pikuk dunia lapangan hijau. Tidak hanya tentang pemain, klub, dan suporter, melainkan perjalanan sepakbola yang juga menandakan perjalanan panjang besarnya Negara ini – dapat dilihat dalam bebrapa tahun kompetisi dihentikan : Kemerdekaan Indonesia (1944-1947) dan Reformasi (1997/1998).

Secara garis besar, selama waktu itu kompetisi sepakbola di Indonesia dapat dibagi tiga, yaitu Pra-Kemerdekaan (1931-1945), Pasca Kemerdekaan-Amatir (1946-1994), dan Era Modern (1995-hingga kini). Saya menyebutnya tiga zaman persepakbolaan Indonesia. Hal yang membuat liga amatir dibagi menjadi dua karena banyak klub sebelum tahun 1945 banyak yang dimiliki oleh Orang Belanda dan sebagian besar namanya pun masih berbau belanda, seperti VIJ Jakarta (Persija), BVIB (Persib), dan SIVB (Persebaya).

Membangunkan TVRI yang Tidur

Ditulis Oleh Monday, February 23, 2015 Permalink 2

Dulu Bung Karno yang ambisius menyuarakan kejayaan nusantara dengan proyek-proyek yang megah. Asian Games IV yang rencananya akan dilaksanakan di Jakarta pada tahun 1962 menjadi pertaruhan bagi Bung Karno untuk membuktikan pada dunia bahwa negeri yang masih bau pesing ini mampu dan kuat. Namun, apabila berhasil, siapa yang akan menyaksikan Kesuksesan Indonesia? Kurang rasanya momen itu tidak disaksikan pada khalayak banyak. Karenanya, diputuskanlah pembangunan stasiun televisi nasional menjadi proyek penunjang yang diprioritaskan.

Setelah mengudara dengan menyiarkan Asian Games secara langsung, berbondong-bondong lah juragan-juragan dan priyai-priyai membeli pesawat televisi hitam-putih di perkotaan atau pecinan. Sisanya, masyarakat yang entah tidak punya uang untuk membeli atau tidak mengerti untuk apa benda itu sebenarnya, hanya geleng-geleng kepala melihat sebuah kotak mengeluarkan gambar dan suara. Tahun-tahun setelahya televisi menjadi primadona yang menggambarkan tingkat ekenomi seseorang.

Taman Superhero dan Masalah Kota

Ditulis Oleh Wednesday, February 4, 2015 Permalink 1

Anak-anak bermain ayunan dan berlari-lari. Orang-orang yang lebih tua seakan kembali ke masa kanak-kanak karena melihat bocah-bocah sumringah bukan kepalang. Mungkin lebih tepatnya karena kantong mereka tidak terkuras habis seperti mengajak si kecil ke mall. Di sudut lain, pedagang mainan dan Susu KPBS berharap bocah-bocah itu merengek meminta receh pada orang tuanya. Ah sudah lama tidak melihat bandung seperti ini : kebahagiaan yang dibuat gratis.


Namanya Taman Super Hero. Tempatnya diantara Jalan Anggrek dan Jalan Bengawan, Kota Bandung. Sebelumnya tanah seluas 600 m2 persegi ini tidak layak disebut taman. Dulu, saya ingat benar ‘tanah kosong’ ini hanya tempat jalan pintas menuju Jalan Riau. Sedikit orang yang sudi untuk diam sejenak di taman ini, kecuali mereka yang bermain sepak bola dengan gratis.

KPK-Polri ; Pandawa-Kurawa

Ditulis Oleh Saturday, January 24, 2015 , Permalink 1

Setelah gelap menghilang darah seakan-akan air laut pasang, yang merupakan lumpurnya adalah kain perhiasan para pahlawan yang gugur saling bantai, bangkai gajah dan kuda sebagai karangnya dan senjata panah yang bertaburan laksana pandan yang rimbun, sebagai orang menyusun suatu karangan para pahlawan yang tak merasa takut membalas dendam.

Kutipan itu berdengung dari kitab Jawa Kuno berjudul Kakawin Baratayuda karya Empu Sedah tahun 1157 Masehi. Sebuah kisah klimaks dari Mahabrata yang banyak disesuaikan dengan keadaan di nusantara pada saat itu. Peperangan saudara yang mendarah-daging antara Pandawa-Kurawa mengorbankan banyak pahlawan yang saling membunuh.

Diluar setiap babak peperangan yang berangkai, ada yang memudar dari sebab lakon itu dimulai. Sebab yang teramat sederhana untuk sebuah perang besar : Harga diri Keluarga. Hingga peperangan konon sudah akan terjadi sebelum Pandawa-Kurawa lahir.

Agama dan Gama

Ditulis Oleh Monday, January 12, 2015 , , Permalink 2

Ingat, Hanya satu kata saja yang membedakan Agama dan Gama. Huruf ‘A’ yang artinya ‘tidak’

Kolonialisme di bumi nusantara tempo dulu menyisakan banyak hal, kebanyakan sudah tercatat dalam sejarah. Menelisik ke awal pembukaan penjajahan di nusantara melalui VOC (Verenigde Oost Indische Campaigne), dengan slogan Glory, Gold, dan Gospel. Kolonialisme pada waktu itu masih dipengaruhi oleh otoritas gereja, sehingga untuk mencari sumber-sumber gold – sebenarnya lebih banyak mendapatkan sumber rempah-rempah, bukan emas dalam arti sebenarnya – harus diselingi dengan penyebaran keyakinan – kristenisasi. Kekuasaan pun, glory, harus berjalan diantara keduanya, Gold dan Gospel. Namun, seiring berjalan waktu hanya Glory dan Gold saja yang selaras. Kebencian terhadap kesemena-menaan, membuat golongan-golongan di tanah air, banyak juga golongan agama, lebih padu. Terbukti hingga kini sangat sedikit wilayah di Tanah Air yang memiliki penganut kolonialisme dari masa silam.