KPK-Polri ; Pandawa-Kurawa

Ditulis Oleh Saturday, January 24, 2015 , Permalink 0

Setelah gelap menghilang darah seakan-akan air laut pasang, yang merupakan lumpurnya adalah kain perhiasan para pahlawan yang gugur saling bantai, bangkai gajah dan kuda sebagai karangnya dan senjata panah yang bertaburan laksana pandan yang rimbun, sebagai orang menyusun suatu karangan para pahlawan yang tak merasa takut membalas dendam.

Kutipan itu berdengung dari kitab Jawa Kuno berjudul Kakawin Baratayuda karya Empu Sedah tahun 1157 Masehi. Sebuah kisah klimaks dari Mahabrata yang banyak disesuaikan dengan keadaan di nusantara pada saat itu. Peperangan saudara yang mendarah-daging antara Pandawa-Kurawa mengorbankan banyak pahlawan yang saling membunuh.

Diluar setiap babak peperangan yang berangkai, ada yang memudar dari sebab lakon itu dimulai. Sebab yang teramat sederhana untuk sebuah perang besar : Harga diri Keluarga. Hingga peperangan konon sudah akan terjadi sebelum Pandawa-Kurawa lahir.

Agama dan Gama

Ditulis Oleh Monday, January 12, 2015 , , Permalink 0

Ingat, Hanya satu kata saja yang membedakan Agama dan Gama. Huruf ‘A’ yang artinya ‘tidak’

Kolonialisme di bumi nusantara tempo dulu menyisakan banyak hal, kebanyakan sudah tercatat dalam sejarah. Menelisik ke awal pembukaan penjajahan di nusantara melalui VOC (Verenigde Oost Indische Campaigne), dengan slogan Glory, Gold, dan Gospel. Kolonialisme pada waktu itu masih dipengaruhi oleh otoritas gereja, sehingga untuk mencari sumber-sumber gold – sebenarnya lebih banyak mendapatkan sumber rempah-rempah, bukan emas dalam arti sebenarnya – harus diselingi dengan penyebaran keyakinan – kristenisasi. Kekuasaan pun, glory, harus berjalan diantara keduanya, Gold dan Gospel. Namun, seiring berjalan waktu hanya Glory dan Gold saja yang selaras. Kebencian terhadap kesemena-menaan, membuat golongan-golongan di tanah air, banyak juga golongan agama, lebih padu. Terbukti hingga kini sangat sedikit wilayah di Tanah Air yang memiliki penganut kolonialisme dari masa silam.

Aoyama di Indonesia

Seperti pelacur baru : Disetubuhi hingga renta, baru ditinggal.

Seorang kreator cergam — atau cerita bergambar, kini lebih populer disebut dengan komik — asal Jepang menjadi termasyur gara-gara satu karya manga yang bisa disebut legendaris : Detective Conan — Di Amerika populer dengan nama Case Closed.

Setidaknya sudah lebih dari dua dekade cergam berseri ini masih diproduksi. Aoyama Gosho, kreator Detective Conan, nampaknya terlalu bersemangat mengeksplorasi Novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Selain men-comot nama Conan sebagai nama tokoh utama di cergam Detective Conan, ada juga nama jalan Baker Street di Sherlock Holmes, diterjemahkan menjadi Beika di cergam Detective Conan. Hal yang menarik cerita Detective Conan akan jauh lebih panjang dan liar dibandingkan dengan resensinya.

Hari Paling Bahagia Ke-Tiga

Ditulis Oleh Tuesday, January 6, 2015 No tags Permalink 1
Selamat Bu Flora, hasil diagnosa menunjukan anda sudah sehat betul. Anda tidak perlu datang ke sini lagi. Hanya sesekali saja apabila Bu Flora ada keluhan.

Kalimat itu menyambutku seperti pecandu judi yang kegirangan mendapat lotere. Dokter Fuad yang selama tiga tahun ini aku temui saban minggu pada akhirnya mengucapkan kalimat itu. Sebenarnya aku sudah pesimis, penyakit ini sepertinya betah di tubuhku, namun ia pergi juga. Ah sungguh tidak sabar untuk mengabari suamiku dan anak-anak. Mereka pasti senang ibu mereka kembali lincah

.

Contracted : Cerita Sebelum Cerita Dimulai

Ditulis Oleh Monday, January 5, 2015 No tags Permalink 0

Jodi Bieber, seorang fotografer dari tanah Afrika, mendapatkan perhatian khalayak ketika memotret Bibi Aisha, yang juga menjadi cover Majalah Time pada Bulan Maret 2010. Bibi Aisha tidak sepantasnya cocok bercokol di Majalah populer tersebut karena ia tidak berhidung — dipotong dengan sengaja oleh suaminya — dan berparas biasa saja, namun Jodi Bieber paham benar untuk mengangkat kisah ini menjadi perhatian khalayak. Efeknya, karena mendapatkan perhatian dunia, Bibi Aisha mendapatkan operasi plastik gratis pada tahun 2012. Hal tersebut hanya berawal dari sebuah foto.

Kekerasan di Afganistan sudah menjadi biasa, terutama bagi kaum perempuan, namun hal biasa ini bisa diangkat menjadi outstanding dengan cara yang tepat. Jodi Bieber sudah membuktikanya dengan memberikan sebuah foto yang mempengaruhi siapapun yang melihatnya. Mereka, orang yang melihat fotonya, akan memproses sebuah ceritanya masing-masing tentang Bibi Aisha.

Mencampaikan sebuah pesan dengan cara yang berbeda tidak hanya dalam dunia fotografi, namun banyak pula dalam materi perfilman, Christoper Nolan misalnya. Namun saya tidak akan membahas tentang beliau, karena karyanya sudah terlalu kadung terkenal. Saya akan mencoba menyampaikan sebuah film yang merupakan ide klasik namun disuguhkan dengan cara yang tidak biasa, yaitu Contracted. Sebuah film karya Eric England.

Ketika harga bahan bakar melonjak kau memaksa tarif segera turut terbang. Namun ketika harga turun, kau diam kelu. Ah, dasar mangkar!

— Maulana Akbar

Jakarta Itu, Dek !

Ditulis Oleh Monday, January 5, 2015 Permalink 0

Dek, cita-citamu itu Dek.
Ulah tivi sialan itu, kau hendak ke Jakarta.
Iya. Itu cita-cita mu Dek.
Di balik layar itu katanya mudah kaya raya.
Di balik layar itu mereka cantik-tampan rupawan.
Ah, aku tertipu jua Dek.
Membiarkanmu memecahkan kendi uangmu selama ini. Berapa tahun kau simpan uang itu?
Aku lupa Dek. Maafkan aku.

Aku ingat langkahmu itu, yang kulihat semakin mengecil dan menghilang. Aku sudah merasa saat itulah aku jumpa dirimu Dek.
Juga senyumanmu itu Dek. Penuh harapan dan berapi-api. Berharap dua tahun lagi kau kembali bawa dongeng bahagia, yang bikin Emak-Bapak senyum.
Tapi Emak sakit, lalu meninggal di beranda. Ulah Jakarta Dek. Ia memikirkanmu terus yang ditelan Jakarta.
Lalu Bapak rupanya sudah tidak bersemangat ke ladang. Diam-diam di tengah hari ia menangis pula mengingatmu Dek.

Ingat ucapanmu yang ini, Dek ?

Emak dan Bapak tau usah risau padaku. Aku merantau untuk menggapai cita-citaku. Lebaran ke dua dari sekarang aku pasti tiba. Aku janji.

Aku tahu kau terpaksa berjanji karena Emak menangis terus. Kau ingin menenangkan hatinya yang rapuh, bukan?
Tapi kau mengingkarinya Dek?
Bukankah ini lebaran ke-lima?
Lalu belum lebaran ke-enam, si Jarwo, anak tetangga yang sudah sepuluh tahun merantau, mengabarkan kabar duka itu. Kau, Dek, sudah mati berkalang tanah. Dipukuli preman-preman terminal. Hati Emak Bapak hancur Dek. Aku jua.

Hingga saat ini layar itu masih berbohong. Tidak bercerita tentang kau yang mati di terminal itu Dek.
Ah masih saja tentang kenikmatan dan hura-hura.
Tempo hari Si Ramdi, tetangga kita, memecahkan kendi pula. Ia hendak ke Jakarta. Ah Ramdi yang malang.

Jeroan Babi Hans / Bagian I : Balada Sjam

Ditulis Oleh Tuesday, December 23, 2014 , Permalink 0
Jeroan babi digantung-gantung bak tirai di halaman rumah orang betawi. Amisnya mencekik hidung yang hilir mudik, kecuali si tuan grobak, Hans namanya.

Hans adalah generasi ke-tiga yang tinggal di daerah Glodok — pecinan terbesar di Batavia yang berasal dari kata ‘golodog’, artinya pintu masuk rumah dalam bahasa sunda — dan sejak lahir sudah tinggal di Hindia Belanda. Kakeknya datang ke tanah Batavia setelah Perang Candu di Tanah Tiongkok. Setelahnya ia menetap dan membangun kerajaan disini, diantara berkuasanya pedagang-pedagang Arab dan sisa-sisa kerajaan Sunda Kelapa. Namun, hingga kakeknya meninggal setahun yang lalu, ia tidak pernah melihat Tanah Tiongkok, hanya saja ia diwarisi cerita, keyakinan, bahasa, dan wajah asli Tiongkok. Olah karenanya, ia akan melanjutkan misi sang Kakek : menjual jeroan Babi.

Ia itu keseharian. Semakin sulit saja menjelaskanya. Apa ada kata dalam kamus yang lebih adiluhung daripada cinta mati?

— Maulana Akbar

Mocca dan Bandung : Roman Cinta untuk Kampung Halaman

Ditulis Oleh Thursday, December 18, 2014 Permalink 0

Dan Bandung, bagiku, bukan masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan (Pidi Baiq)

Sebelum membaca buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe karya Haryoto Kunto pasti tidak ada yang mengira bahwa bandung adalah tempat pembuangan yang keji pada abad ke-18. Pada masa itu, penyakit malaria yang belum ditemukan obatnya, menyerang wilayah Bandung yang dipenuhi rawa-rawa. Puluhan tahun setelahnya, tidak ada yang mengira pula, ketika Herman Willem Daendels menancapkan sebuah tongkat di Jalan Raya Pos untuk membangun sebuah kota baru, pada saat itu adalah momen awal yang akan memberikan kenangan indah bagi jutaan orang yang akan hidup setelahnya.

Jablurians

Ditulis Oleh Thursday, December 18, 2014 No tags Permalink 0

Jablurians, aku namai demikian.

Dia melakukan banyak hal, salah satunya meyakinkan.

Modal apa untuk meyakinkan? Tanpa apapun bisa jadi.

Sore itu, perempuan berbadan gempal memasuki ruangan enam kali enam meter. Tubuhnya yang berlipat-lipat berada di ruangan serba putih seperti seekor mamoth yang terjebak di di antara badai salju. Namun jangan meremehkan perempuan itu, diluar tubuhnya yang tidak sedap diekspos, dilapisi kain mewah buatan Italia. Harganya jangan ditanya, cukup untuk membiayai pembantunya dalam satu tahun penuh.

Pesan dari Nabilla

Ditulis Oleh Monday, December 15, 2014 Permalink 0

Jakarta, 151214- 00.02 WIB

Assalamualaikum syg,
Udah 6 tahun loooh lopeee! km taulah gmn sayang pake cinta aku sama km hihi, kita jg udh makin dewasa, udh ga berantem alay lg. kalo dibilang getting closer to “it”, insha Allah ya syg. Kita manusia yg punya banyak mimpi, either for us or ourself, And I feel blessed for having you beside me. Kamu itu teman konyol, gila, yet genius, paling nyambung kalo ngobrol sama kamu, kamu yg paling punya semangat bermimpi dan semangat for making it real. You are the one, the person, i have been dreamin on, to growin up, growin old, and being separated with. And I don’t care for what conditions, when and where it would be. Be with you is a life.
I love you teman hidupku, kopsayang Kiss mark