Maulana Akbar

Browsing Tag:

Puisi

Uncategorized

Senin

Antipati pada Senin yang rindu. Lantaran ia memecah tidurmu. Memekik untuk tetap berlari dan tidak semaput. Ia sudah tahu kau mengagung-agungkan matahari daripada bulan. Menyembah Minggu daripadan Senin. Meringkus waktu demi bertahan. Singkat waktu pesta pora usai, dengan parau kau berkata : Sial, besok Senin !

Continue Reading

Uncategorized

Petronella Gaspersz (1929-2015)

Petronella Gaspersz adalah wanita yang bersemangat. Sejak dulu tiada sekalipun mengeluh mengurus putra-putrinya yang sebelas itu. Rumahnya yang sempit serta gaji prajurit yang tidak memenuhi kantong bukanlah perkara. Apalagi pada saat itu negeri ini acap kali bergejolak. Petrnoella Gaspersz adalah orang yang gigih. Sejak tahun 80an ditinggal menjanda oleh suaminya, ia tetap bertahan dengan gaji pensiunan yang tidak seberapa. Petronella Gaspersz, yang mudanya kering kerontang, disayang oleh  ...

Continue Reading

Uncategorized

Tengkulak Jepang

Tengkulak-tengkulak Jepang berak. Dimakan tamak oleh priayi-priayi lapar. Jalanan selalu penuh sesak. Karena priayi selalu lapar. Tengkulak-tengkulak Jepang Buncit. Priayi-priayi masih lapar. Mari kita tambah sesak. Oleh kotoran tengkulak-tengkulak Jepang. Disana ada mobil murah. Bukan sembako yang murah. Karena priayi-priayi tidak makan sembako. Cuma makan kotoran tengkulak-tengkulak Jepang. Tengkulak-tengkulak Jepang semakin banyak berak. Priayi-priayi semakin tamak. Tengkulak-tengkulak  ...

Continue Reading

Uncategorized

Aku Tahu Itu Matahari

Aku tahu, matahari tidak mungkin malas terbit seperti aku malas bangun di hari Senin. Aku juga tahu, matahari tidak mungkin lupa terbenam seperti aku yang lupa tidur karena keasyikan ngobrol di kedai kopi. Dan aku juga tahu, matahari akan tetap menjadi matahari sampai kapan pun, tidak sepertiku, pernah menjadi John Lenon, Kurt Cobain, sampai nyaris pernah menjadi Ariel Peterpan. Aku menatap kesal ke atas, kau begitu sempurna hingga beratus-ratus tahun kau dipuja bak pencipta air dan  ...

Continue Reading

Uncategorized

Berang Jadinya

Padahal kita sandingan sejak lampau. Lantaran kita berbeda pandangan. Tentang Presiden yang memimpin kampung halaman, jadi begini remuk pertalian. Katamu Joko. Kataku Bowo. Walaupun Joko menang, hutangmu tetap tumpuk. Ataupun Bowo menang, kau harus kembali ke ladang. Mak Romlah, tetangga sebelah kita, tetap juga sakit-sakitan. Semoga ketika tungku ini mendingin. Kita bisa memulainya lagi, ya? Karena kita pasti hingar-bingar, oleh harga BBM yang melonjak. Dari akar itu, pasti kita bersatu.  ...

Continue Reading

Uncategorized

Robot-robot Tua

Coba Renungkan sejenak saja. Robot-robot, yang diatur sedemikian rupa untuk dapat melakukan berbagai macam hal, mulai bekerja. Mereka melakukan hal yang sama setiap harinya: Bangun – Berdesakan ke Kantor – Melakukan Hal Rutin – Berdesakan Pulang – Tidur. Begitu seterusnya hingga bertahun-tahun lamanya. Hingga suatu saat nanti robot-robot itu sudah mulai berkarat serta usang bersamaan dengan datangnya robot-robot baru yang lebih canggih dan mutakhir. Mereka tergantikan. Di akhir umurnya  ...

Continue Reading

Uncategorized

Obrolan Dua Kereta

Di stasiun Tanah Abang. kereta diesel tua tujuan Rangkas Bitung sedang berbincang dengan commuter line. Aku menguping dan pura-pura tidak menghiraukan mereka. Mereka berbincang tentang keseharian mereka.  Mereka bercanda. Akrab sekali. Seperti kakek dan cucunya. Seorang pria berpakaian necis dan rapi, lengkap dengan sepatu kulit buaya dan gadget mahal buatan Korea yang digenggamnya terus, masuk menuruni peron satu dan dua. Peron satu di tempati kereta diesel tua dan yang  ...

Continue Reading

Uncategorized

Kamera Tua

Kamera tua kepunyaan Juru Kamera tua. Dirawat tiap hari. Supaya  berumur panjang. Catnya lusuh. Berbahan logam buatan Jepang. Dulu ketika Juru Kamera tua tidak disebut tua. Ia berkeliling ke kampung-kampung. Untuk mencari siapa yang mau difoto. Esok lusa ia kembali. Bawa hasilnya. Tapi itu dulu. Ketika motret tidak semudah sekarang. Kemarin. Juru Kamera tua meregang nyawa. Di kamar mandi. Siapa yang tahu. Sampai membusuk. Baru ada yang tahu. Sebelum meninggal. Ia sudah  ...

Continue Reading

Uncategorized

Kamu Tahu, eh

Kamu tahu, eh? Bagaimanakah tuan-nyonya pejabat memperlakukan wajah cantik pertiwi? Pada Hutan-hutan yang memesona ; pantai-pantai yang ombaknya bergulung-gulung cantik ? O, kau tak akan pernah menyadarinya. Sungguh. Karena ini seperti selaput dara, tipis antara benar dan salah. Cantikku adalah hutanku. Eksploitasilah keindahannya. Bangunlah pondokan-pondokan asri. Permudahlah jalanya. Orang-orang akan berbondong-bondong mampir ke nusantara. Tapi tuan-nyonya pejabat, punya cara lain.  ...

Continue Reading

Uncategorized

Orang Kaya Kata Rumput

Sekarang, rumput sedang bicara tentang orang kaya.  Apalah artinya, ia hanya sehelai rumput. Tapi menurutku ia benar, mungkin… Katanya : Orang kaya itu aneh. Aku mengerutkan dahi dengan kalimat pertamanya. Lanjutnya : Orang kaya itu punya banyak uang, katanya mereka bisa membeli kebahagiaan, bukankah begitu? Aku diam karena tidak begitu yakin. Nadanya meninggi : menurutku mereka tidak membeli kebahagiaan tapi membeli kesenangan. Bukanlah itu hal yang berbeda? Aku  ...

Continue Reading