Maulana Akbar

Browsing Tag:

Press

Other, Video Game

(Kumparan) Terasingnya Industri Game Lokal di Rumah Sendiri

Industri game mungkin bukan menjadi industri yang dilirik oleh pemerintah sebagai primadona di masa depan. Bahkan, untuk sekadar berlabel ‘menjanjikan’ pun nampaknya belum mengemuka. Ada alasan utama yang menjadi latar belakangnya. Pertama, kontribusi industri ini masih minim. Survei Khusus Ekonomi Kreatif (SKEK) 2016 menunjukkan industri game (bersamaan dengan aplikasi) hanya berkontribusi sebesar 1.77% dari total industri kreatif yang berkontribusi terhadap PDB. Game masih kalah bersaing  ...

Continue Reading

Other, Sepakbola

(Simamaung.com) Jalan Keluar Kasus Kekerasan dalam Sepakbola Indonesia

“Kekerasan suporter (sepakbola) bukanlah hal baru. Sebaliknya, itu adalah masalah kuno dan historis.” Steve Frosdick dan Peter Marsh (2005) memulai kalimat itu sebelum memaparkan secara ilmiah apa itu kekerasan suporter sepakbola dalam bukunya Football Hooliganism. Mereka melanjutkan bahwa sejak awal kemunculannya di abad ketiga-belas di Inggris, sepakbola sudah diasosiasikan dengan kekerasan. Bahkan, Finn (1994) menjelaskan bahwa sepakbola secara karakteristik mendasar adalah permainan  ...

Continue Reading

Uncategorized

[Media Indonesia] Indonesia Tanpa Google, Kenapa Tidak

DALAM beberapa bulan terakhir perusahaan daring raksasa asal Amerika Serikat, yaitu Google Inc, bersitegang dengan pemerintah Indonesia dalam masalah perhitungan pajak. Google dianggap tidak memenuhi kewajiban membayar pajak atas kegiatan usaha yang selama ini berjalan di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Google bisa saja dikenai nominal pajak dan denda sebesar Rp400 triliun* (*terdapat kesalahan penulisan angka, mestinya 400%). Hal tersebut merupakan satu dari gugusan usaha pemerintah  ...

Continue Reading

Uncategorized

Bertumbuh ‘SDM Iptek’ dengan Kerja Nyata

Presiden Jokowi dalam tulisannya menjelang periszngatan 71 tahun kemerdekaan Indonesia, Bertumbuh dengan Kerja Nyata, mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 belum mampu untuk mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk memperbaiki masalah itu, menggaunglah jargon ‘kerja nyata’. Dua kata itu untuk merepresentasikan fokus strategi pemerintah di tahun ini, yakni percepatan pembangunan, pembangunan institusi, dan meningkatkan  ...

Continue Reading