Poem

Sebuah Kumpulan Tulisan: Becek di Tengah Lapangan Sepakbola

Gol Budi Budi berada dua langkah di depan bola. Sekitar tiga meter dari Budi, Yadi dan Rahmat berdir…

Partai Anak Muda

“Kakek. Ada anak muda buat partai” “dimana mereka?” “di comberan?&#822…

Cuma-Cuma

  Perut bergelambir, seperti gaji gurih berserikat di penjuru perut.Hingga mereka memberontak atas h…

Sepotong Foto Munir di Saku Celana

Terselip sepotong foto Munir tertinggal di saku celana Teracuhkan bersama bon-bon hasil beli ini itu…

Renungan Jakarta

Apa sih yang mesti dicari di Jakarta? Berjuta-juta orang berdesakan di jalan raya pada awal hari dan…

Aku Menikah dengan Perempuan yang Kupacari Selama Delapan Tahun

Akhirnya aku menikahi perempuan yang kupacari selama delapan tahun. Selama delapan tahun telah kami …

Jorn Jorn

Blestyer Jorn Jorn. Bagaimana esok, Jorn. Mari hisap setitik air, Jorn. Meresap sebuah cita. Rajut s…

Edelweiss

Matahari datanglah. Hangati Kami. Datanglah melalui celah-celah edelweiss di tanah surya kencana. Ha…

Padi Merunduk karena Mabuk

Pangkal kuat karena mengakar; Maslahat arang adalah terbakar; Bunga elok karena bermekar; Kami padu …

Apabila Tuan Rindu

Apabila Tuan rindu, janganlah datang ke Jakarta. Pergilah bersamaku melihat Nusantara. Sawah. Kebun.…

Dave

Tahun  1926, Tan Malaka pernah menulis : “Sebanyak-banyaknya kita cuma mempunyai tukang dongeng…

Jadi Tua

Jadi tua itu mengesalkan : Badan sakit-sakitan, kulit keriput, daya ingat payah. Apalagi apabila tin…

Pendayang

Kembang latar mati lantaran dipetik oleh pelawat. Ironis. Satu hari di Tebet, Jakarta Selatan, berte…

Suara Siti

Seperti Siti yang seorang Insinyur bangunan itu, yang menjadi pelatih balet di kelas tari kanak-kana…

Senin

Antipati pada Senin yang rindu. Lantaran ia memecah tidurmu. Memekik untuk tetap berlari dan tidak s…

3.15

Dalam bayanganku, ada beberapa bayangan menyeramkan seperti anak kecil dalam film Ju-On.  Anak …

Tengkulak Jepang

Tengkulak-tengkulak Jepang berak. Dimakan tamak oleh priayi-priayi lapar. Jalanan selalu penuh sesak…

Aku Tahu Itu Matahari

Aku tahu, matahari tidak mungkin malas terbit seperti aku malas bangun di hari Senin. Aku juga tahu,…

Berang Jadinya

Padahal kita sandingan sejak lampau. Lantaran kita berbeda pandangan. Tentang Presiden yang memimpin…

Uri

Uri bicaranya seperti kumur-kumur, daya ingatnya lemah, wajahnya cekung, dan ucapannya selalu mengge…

Tejo Prapto

“Tejo Tejo.. Mana ada orang rendah hati yang menyebut  dirinya sendiri jujur, merakyat, se…

Hari ini : 25 April.

Hari ini : 25 April. Bumi sudah melalui jutaan kali di titik yang sama, di tanggal 25 April. Biar ku…

Robot-robot Tua

Coba Renungkan sejenak saja. Robot-robot, yang diatur sedemikian rupa untuk dapat melakukan berbagai…

Lima Tahun

Seseorang bertanya kepadaku : apa yang kau lakukan selama lima tahun ? Presiden, yang naik lima…

Obrolan Dua Kereta

Di stasiun Tanah Abang. kereta diesel tua tujuan Rangkas Bitung sedang berbincang dengan commut…

Kamera Tua

Kamera tua kepunyaan Juru Kamera tua. Dirawat tiap hari. Supaya  berumur panjang. Catnya lusuh.…

Kamu Tahu, eh

Kamu tahu, eh? Bagaimanakah tuan-nyonya pejabat memperlakukan wajah cantik pertiwi? Pada Hutan-…

Orang Kaya Kata Rumput

Sekarang, rumput sedang bicara tentang orang kaya.  Apalah artinya, ia hanya sehelai rumput. Ta…

Ratu Atut mulai Takut

Ratu Atut mulai takut.  Kerajaaanya mulai diserang.  Takut. Takut. Ratu&nbs…

Prajurit di Pohon Jati

Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantaranya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak.Summa, anak seko…

Menipu Kedelai

Pria paruh baya turun dari mobil mewah.Wajahnya bijaksana. Sangat pandai bicara tentang kesejahteraa…

Begitu Menggantung di Awan

Begitu menggantung di awan, hujan terjun bebas. Menari, menyanyi, bersinergi dengan berton-ton air y…

Pohon Jati

Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantarainya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak. Summa, anak se…

Tumini

Perempuan-perempuan berkebaya lusuh tanpa alas kaki berada dalam kegelapan. Wajahnya yang kusam tanp…

Freddie

Apa kabarmu hari ini, Freddie ? Aku melihat beberapa videomu hingga selarut ini dan masih terkesan. …

Tuan, Nyonya, Baginda, Raja, Jendral, dan Dewa

Tuan Yono termenung kebingungan. Nyonya Wati senyum-senyum percaya diri. Baginda Rizal ramai menyerb…

Aku Mungkin Berbohong

Suatu hari, ketika aku memejamkan mata. Aku mendengar suara kecil yang menggugah perasaanku. Ia bert…

Bayi Merah

Bayi merah yang menjadi pelacur esok siang. Berharap Mary Shelley tidak membuat cerita itu. Memburu …

Kereta Ekonomi

Aku sudah tidak bisa menghitung berapa puluh kali aku bergelantungan di kereta buatan General Electr…

Sungai

Air mengalir dari hulu ke hilir dengan ikan-ikan yang berenang saling mengejar diantara buah kelapa …

Klasik

Untuk nafas terakhir yang kita hirup, atau kata terakhir yang kita ketik, yang disebut klasik. Ingat…

Bella, She is the Sun

Panggilanya Bella, gadis manis berkerudung cantik. Hidungnya agak bengkok, Matanya bulat. …

Hutan Baroq

Kami adalah segerombolan hewan yang sedang mencari jalan di dalam hutan. Wan-wan si orang utan adala…

Harapan di Sudut Keramaian

Suara terompet yang nyaring dan ribuan ucapan selamat mulai tersebar di seluruh penjuru dunia. Ada h…

Dari Sebuah Lukisan di Gang Sempit

Disaat kendaraan bersesakan di jalan Braga, Bandung, yang  sudah mulai terang, ada sudut-sudut …

Republik Balaka

Gemerlap ruangan ini tak hentinya oleh blitz kamera wartawan, mengambil momen dari se…

Puisi Taik

Teruntuk  taik yang kubuang tiap hari. Berwarna kuning dan hangat di pagi hari. Aku tidak menge…