Travel/Culture

Taman Superhero dan Masalah Kota

Anak-anak bermain ayunan dan berlari-lari. Orang-orang yang lebih tua seakan kembali ke masa kanak-kanak karena melihat bocah-bocah sumringah bukan kepalang. Mungkin lebih tepatnya karena kantong mereka tidak terkuras habis seperti mengajak si kecil ke mall. Di sudut lain, pedagang mainan dan Susu KPBS berharap bocah-bocah itu merengek meminta receh pada orang tuanya. Ah sudah lama tidak melihat Bandung seperti ini : kebahagiaan yang dibuat gratis.

Namanya Taman Super Hero. Tempatnya diantara Jalan Anggrek dan Jalan Bengawan, Kota Bandung. Sebelumnya tanah seluas 600 m2 persegi ini tidak layak disebut taman. Dulu, saya ingat benar ‘tanah kosong’ ini hanya tempat jalan pintas menuju Jalan Riau. Sedikit orang yang sudi untuk diam sejenak di taman ini, kecuali mereka yang bermain sepak bola dengan gratis.

Dari namanya kita sudah bisa menebak, taman ini adalah salah satu taman tematik ala Ridwan Kamil yang bertemakan Super Hero. Terakhir kali saya kesini, ada empat buah patung yang berdiri, yaitu patung superman, spiderman, Batman, dan gatot kaca. Katanya, akan ada lima patung yang akan berdiri. (update : kini sudah ada lima patung, bertambah patung Flash)

Selain patung-patung, sebagian taman ini adalah arena bermain anak, bangku-bangku taman, dan ‘sepertinya’ lapangan voli yang rumputnya mulai gundul. Lapangan akan becek apabila hujan turun.

Taman bermain, tempat berkumpul anak anak (04/02/2015)

Taman bermain, tempat berkumpul anak anak (04/02/2015)

Siapa kira, tanah yang tidak begitu luas ini kini sudah lumayan bernyawa. Belasan kanak-kanak bermain di area bermain. Tidak jarang mereka berfoto ria dengan para super hero. Beberapa orang dewasa duduk-duduk di samping lapangan voli untuk menyedot wi-fi gratis.  Mereka semua bahagia.

Musuh yang belum hilang

Harganya konon hanya 200 juta. Namun belum genap sebulan rasanya sudah tidak nyaman. Bisa jadi, karena mungkin saja taman ini masih belum rampung. Tapi apakah dengan status proyek kecil lalu diacuhkan?

Ada beberapa hal yang membuat taman tematik satu ini kurang nyaman, diantaranya :

1. Sampah

Sampah — tidak jarang dengan bau menyengat — kebanyakan berada di sudut kursi taman dan tempat sampah. Ada juga plastik penampung sampah yang belum diganti. Terhitung ada sekitar empat titik yang menjadi tempat sampah berkumpul.

wp_20150204_006

Salah satu sudut taman superhero yang ditimbun sampah (04/02/2015)

2.Vandalisme

Patut disayangkan kursi taman ini jadi wilayah yang dirusak dengan sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ditambah dengan bau busuk sampah di sekililingnya, siapa yang mau duduk dan bersantau di kursi ini?

wp_20150204_001

Coretan di kursi taman dengan sampah di sudut-sudutnya. (04/02/2015)

Taman ini memang tidak bisa dijadikan acuan dari prilaku warga kota yang buruk — lalu digeneralisasi bahwa seluruh khalayak kota berprilaku sama, tapi layaknya seorang warga kota yang baik, hal ini bisa dijadikan cerminan bahwa masih ada orang-orang di luar sana yang belum paham akan menghargai suatu hal, dan anda bisa memposisikan diri ‘jauh-jauh’ di kategori warga tersebut.

Disisi lain, semoga dengan bertambahnya taman tematik yang ‘gratis’ seperti ini, meningkat pula indeks kebahagiaan masyarakat kota. Dengan makin bahagianya masyarakat, turut jua  meningkatnya rasa tanggung jawab dan kedewasaan berfikir-bertindak. Sampai nanti Kota Bandung kembali seperti sediakala dan semestinya.

Namanya Superhero, artinya bisa jadi pahlawan bagi warga kota akan tempat untuk bersenang-senang. Tapi siapa sangka musuh dari si pahlawan adalah warga itu sendiri

Leave a Reply