Maulana Akbar

Browsing Tag:

Puisi

Story

Jorn Jorn

Blestyer Jorn Jorn. Bagaimana esok, Jorn. Mari hisap setitik air, Jorn. Meresap sebuah cita. Rajut sebuah cerita. Sampai nanti, dimulai esok, Jorn.   Mungkin begini lah rasanya, Jorn. Campur  ...

Continue Reading

Story

Edelweiss

Matahari datanglah. Hangati Kami. Datanglah melalui celah-celah edelweiss di tanah surya kencana. HangatiΒ  tubuh kami yang kedinginan. Hibur kami, dengan jiwa yang kesepian. Ampunilah kami.  ...

Continue Reading

Story

Jadi Tua

Jadi tua itu mengesalkan : Badan sakit-sakitan, kulit keriput, daya ingat payah. Apalagi apabila tingkah laku sudah seperti kanak-kanak : ngompol dicelana, menangis dan meracau karena hal sepele.  ...

Continue Reading

Story

Suara Siti

Seperti Siti yang seorang Insinyur bangunan itu, yang menjadi pelatih balet di kelas tari kanak-kanak. Meninggalkan gelar dan tumpukan buku sains demi getaran hati dengungan passion. Aku tidak  ...

Continue Reading

Story

Senin

Antipati pada Senin yang rindu. Lantaran ia memecah tidurmu. Memekik untuk tetap berlari dan tidak semaput. Ia sudah tahu kau mengagung-agungkan matahari daripada bulan. Menyembah Minggu  ...

Continue Reading