Travel/Culture

Hantu dari Iran

Film asal Iran terakhir yang saya tonton, mungkin sekitar sepuluh tahun lalu. Judulnya Children of Heaven, yang bisa buat siapa saja mesti menyiapkan sapu tangan untuk menyeka air mata. Setelahnya? seingat saya, rasanya belum pernah lagi.

Tapi anggapan itu terpecahkan sudah, karena saya baru menonton film besutan kreator asal Iran yang ber-genre horror. Bentar horror? film dari Iran bergenre horror? itulah pertanyaan dibenak saya. Karenanya saya memasang ekspektasi pada  film ini sangat rendah. Saya tidak akan kaget kalau menemukan hantu pocong di film ini.

Anggapan saya lagi lagi salah, karena saya mendapatkan sebuah film berkelas dari negara yang kita anggap remeh dalam membuat sebuah film. Film itu adalah Under the Shadow, yang dirilis pada tanggal 30 September 2016 di Britania Raya.

Percayalah, sosok hijab berbunga ini adalah sosok Djinn dalam film “Under the Shadow”. Sosoknya mirip Valak tapi lebih Syar`i :p.

Penciptanya adalah Babak Anvari. Director & Writer yang mempunyai portofolio yang kadung biasa saja. Selain Under the Shadow, film-film sebelumnya adalah film-film pendek. Satu film pendek  yang saya sukai adalah two & two (2011), sebuah film inspiratif yang mungkin menggambarkan keadaan sosial di Iran dan bisa juga direpresentasikan pada keadaan dimanapun, termasuk di Indonesia — full flim ini bisa dilihat juga di youtube.

Kembali pada Under the Shadow, film ini menceritakan sosok hantu yang disebut Djinn — mungkin juga dalam bahasa Indonesia mempunyai arti yang sama, Jin — yang menghatui  seorang ibu dan anak di satu apatermen. Situasi Irak-Iran yang sedang kacaunya diakhir atau awal 90an menyebabkan banyak orang untuk meninggalkan Teheran (Ibu Kota Iran). Termasuk apatermen yang ditinggali oleh keluarga satu anak. Iraj adalah ayah yang meninggalkan istri dan anaknya di apatermen itu (Shideh dan Dorsa). Merekan harus berjuang melawan djinn ketika satu per satu tetangga mereka pergi.

Hal menjadi kredit positif bagi film ini adalah konsep cerita yang renyah dan dapat disajikan pada penonton di banyak negara. Karena sebagian alur cerita dan gambar mengadaptasi kebayakan film-film keluaran Hollywood. Selain itu, seperti apa yang saya sebut diawal, ini seperti sebuah kejutan besar bagi pecinta film horror dari Iran — sebuah negara yang tidak pernah membayangkan membuat sebuah film seperti ini. Makanya sangat wajar, di IMDB mereka mendapatkan rating yang lumayan tinggi yaitu 7.

Related Post

Leave a Reply