Science & Technology

Professor Anil K. Gupta : Grassroots Innovation dari India

You cannot have two principles of justice, one for yourself and one for others. (Professor Anil K. Gupta)

Everett M.Rogers (1931-20014), sosiolog terkemuka dari Amerika Serikat, pernah berkata begini : Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktik, atau objek, yang didasari dan diterima  sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.  Dari gagasan tersebut, Inovasi bukan hanya berkenaan dengan penemuan hal baru tetapi bagaimana suatu ide atau gagasan itu bisa di share bagi khalayak.

Inovasi pula bisa menjadi solusi bagi banyak permasalahan, baik itu dalam sistem entreprise atau rumah tangga, baik sekala besar maupun kecil, atau bagi negara besar atau kecil. Inovasi bagai sebuah pembaharuan dari hal yang biasa menjadi lebih baik.

Pada hari Selasa, 31 Maret 2015, di LIPI Pusat Jakarta telah diadakan Workshop satu hari tentang Grassroots Innovation dengan tema “Mendukung & Menguatkan Peran Masyarakat Sebagai Sumber Inovasi : Belajar dari India” dengan pembicara utama Proffesor Anil K.Gupta,  pakar Inovasi dari India.

Sebelum memulai penyampaian, Proffesor Anil K.Gupta mematik pertanyaan sederhana pada peserta workshop, sembari menggambar sebuah batang korek api  dengan posfor di ujungnya, ia bertanya “Karena ketersediaan kayu begitu berharga saat ini, apa yang anda lakukan dengan korek api ini?” ujarnya.

Ada seorang pesearta menjawab untuk menambah satu posfor lagi di ujung lainya, sehingga dalam batang itu terdapat dua posfor dengan dua kali penggunaan. Proffesor Anil K.Gupta mengapresiasi peserta itu dengan mmemberi semangat bahwa siapa saja bisa menjadi seorang innovator, tidak memandang jenis kelamin, umur, atau tingkat pendidikan.

Dalam pemaparanya, ia sering mengulang pertanyaan itu, bahwa setiap orang bisa menjadi seorang inovator hanya saja kita sering tidak memperhatikan hal-hal kecil, padahal hal kecil itu bisa menjadi pemicu perubahan bagi hal-hal lainya – bisa jadi lebih besar. Kita pula, harus hidup berkelanjutan dan jangan menyia-nyiakan hidup terutama untuk masyarakat banyak.

Di sisi yang lebih dalam, pemerintah atau pemangku jabatan, tidak harus mengabaikan inovasi-inovasi kecil yang dilakukan masyarakat. Mereka bisa meneruskan inovasi itu pada Scientist untuk mengkaji lebih dalam.

Masalah utama dalam inovasi adalah tidak semua orang bisa merasakan dampak inovasi. Hal itu dikarenakan soerang inovator hanya fokus pada melakukan inovasi itu tanpa memperhatikan bagaimana inovasi itu dapat di-share. Pemikiran tersebut ia dapat dengan pengalaman sederhana : Proffesor Anil K.Gupta belajar banyak dengan mengambil ilmu dari masyarakat. Ia mendapatkan keuntungan materi dan penghargaan karenanya.  Apa yang harus ia beri pada masyarakat yang berjasa? Lalu ia mengambilkanya pada masyarakat dengan inovasi-inovasi yang bermanfaat.

Dr. Ir. Akhmadi Abbas, M.Eng.Sc, Wakil Ketua LIPI, menyambung hal tersebut, bahwa Proffesor Anil K.Gupta telah melakukan hal-hal sederhana namun memberikan dampak besar untuk negaranya. Indonesia  bisa mencontoh banyak hal padanya. Namun ada beberapa hal yang perlu dicermati, terutama dengan permasalahan yang mengganjal gagalnya innovasi berperan dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia, diantaranya :

  1. Di Indonesia belum maksimal dalam penggunaan teknologi, terutama di daerah terpencil, sehingga innovasi belum diterapkan secara maksimal.
  2. Masyarakat miskin masih belum menerima inovasi yang low-cost.
  3. Pola hambatan masih terpaut pada hal klasik : Geografis, Topografis, dan Iklim.

Leave a Reply