Travel/Culture

Pendakian Gunung Gede (2958 mdpl)

Pada tanggal 29 April 2016 saya mencoba kesempatan pertama saya untuk mendaki Gunung Gede (mendaki melalui Gunung Putri, turun Cibodas). Akhir pekan yang begitu sempit, sangat cocok untuk orang yang beraktivitas di Jakarta untuk mendaki gunung. Pergi Jumat malam dan sudah turun gunung pada Minggu Malam.

Gunung Gede merupakan salah satu gunung yang dekat dari Ibukota Jakarta. Saya hanya memerlukan waktu tidak lebih dari dua jam, melalui Terminal Kampung Rambutan, menuju homestay di kaki Gunung Putri. Setelah bekerja, tiba di Kampung Rambutan pukul 21.00 WIB. Sambil makan malam dan menunggu rekan yang lain, berangkatlah kami pukul 22.00 WIB. sebelum tengah malam, kami sudah beristirahat di homestay. Menyimpan tenaga untuk keesokan harinya.

Keesokan harinya, kami memulain mendaki pukul 07.00 WIB. Sekitar 15 menit dari homestay menuju pos registrasi. Awalnya jalanan setapak yang mendaki dengan kiri-kanan peekebunan sayuran. Sekitar 30 menit setelahnya kami masuk di pos pertama untuk beristirahat. Pohon-pohon tinggi nan sejuk sudah mulai menusuk tubuh kami.

Perjalanan menuju tempat camp kami, yakni Surya Kencana, didominasi oleh jalanan mendaki dengan bebatuan. Pada saat kami mendaki, perjalanan sempat diguyur hujan, sehingga jalanan lumayan licin. Menuju Surya Kencana kami memerlukan waktu yang lumayan lama. Dalam kelompok kami, orang tercepat datang pukul 14.30 WIB, dan terakhir tiba pukul 19.00 WIB.

Hiding in the #clouds

A photo posted by Maulana Akbar (@mlakbr) on

Surya Kencana hari itu dipenuhi embun yang pekat. Dinginya luar biasa. Pada malam hari, dingin lebih berasa. Terlebih-lebih hujan mulai mengguyur perkemahan kami. Saya menggunakan empat lapis pakaian (termasuk dua jaket) namun tetap terasa dingin.

Keesokan paginya, setelah membereskan peralatan, kami baru bisa melanjutkan pendakian menuju puncak pukul 09.00 WIB dan tiba di puncak satu jam setelahnya. Suasana puncak lumayan ramai. Embun yang menyelimuti puncak membuat jarak pandang kami terbatas. Pukul 11.00 WIB kamu memutuskan untuk turun gunung.

Sebagai teman, sebagai tim #teamwork #gununggede

A photo posted by Maulana Akbar (@mlakbr) on

Turun gunung melalui jalur Cibodas tidak kalah menarik. Kami memerlukan waktu yang cukup lama. Sekitar pukul 21.00 WIB kami baru tiba di Cibodas (deket Kebun Raya Cibodas). Berbeda dengan jalur Gunung Putri, jalur Cibodas memiliki jalanan yang lebih curam dan berbatu. Untuk mendaki melalui jalur ini akan lebih sulit daripada jalur Gunung Putri. Namun Panorama alam yang disajikan lebih Indah dibandingkan Gunung Putri, seperti curug, dan sungai Air Panas.

 

Cocok Buat Pemula

Gunung Gede sangat cocok untuk pemula, seperti saya. Selain ramai dikunjungi di akhir pekan, beberapa akses jalan sudah permanen dibuka. Artinya, hanya mengikuti petunjuk kita tidak mungkin nyasar. Akeses perjalanan pun tidak kalah penting membantu pendaki pemula, seperti jalan sudah disusun batu-batu yang mempermudah dalam pendakian.

Sampah

Beberapa titik yang menjadi lokasi favorit istirahat dipenuhi sampah. Surya Kencana pun beberapa titik dipenuhi sampah, bahkan di puncak Gunung Gede sampah lebih menumpuk. Kami tentunya turut memproduksi sampah di atas gunung, namun kita kumpulkan lalu dibagi rata pada tiap anggota kelompok. Hal itu tidak memberatkan.

Tidak Mungkin Kelaparan

Lucunya dalam perjalanan kami menuju Sur Kencana, sekutangnya terdapat empat buah kios dadakan yang menjual indomie dan minuman instan. Dipuncak Gunung Gede pula terdapat penjual yang sama. Kecuali pada jalur Cibodas, kita tidak menemukan satu pun penjual.

Mereka (penjual) juga turut mendaki loh. Membawa peralatan masah dan bahan makanan untuk dijual kembali. Harganya lumayan murah, mengingat mereka harus membopong makanan tersebut dari bawah, Rp 5000 untuk minuman, Rp 10000 untuk pop mie, dan Rp 2000 untuk gorengan.

Setelah mendaki kaki kami sakit selama empat hari. Namun tidak ada kata menyesal untuk mengambil kesempatan menambah pengalan kami untuk mendaki di Gunung Gede. Dalam kesempatan lain saya akan mencoba kesempatan lain untuk mendaki gunung lainya.

little camp, great effort #adventure

A photo posted by Maulana Akbar (@mlakbr) on

Leave a Reply