Travel/Culture

Pendakian Gunung Cikuray (2821 mdpl)

Satu lagi kesempatan berharga untuk mencicipi pendakian Gunung Cikuray, yang memiliki ketinggian 2.821 di atas permukaan laut, pada tanggal 16-17 Juli 2016 di Garut. Gunung ini merupakan gunung tertinggi ke-empat di Jawa Barat setelah Ciremei, Pangranggo, dan Gede.

Saya berangkat pada pukul 23.00 di kampung rambutan dalam kelompok berisi tujuh orang. Selain saya, juga ada Aisar, Icha, Fahmi, Rise, Bolang, dan Vicky. Perjalanan panjang menggunakan bis Karunia Bakti seharga Rp 55.000/orang menuju Terminal Guntur, Garut. Kami tiba pukul 04.00 dan istirahat sejenak untuk shalat subuh dan sarapan.

#cikuray

A photo posted by Maulana Akbar (@mlakbr) on

Pada pukul 06.00 WIB, kami berangkat menggunakan mobil kap terbuka menuju kaki gunung. Rp 45.000 per orang rasanya cukup layak karena perjalalanan memakan waktu sekitar satu jam dan jalan berbatu yang curam. Dalam perjalanan terdapat dua pos pembayaran, pertama adalah pos ormas ‘oren-item’ yang meminta ‘jatah’, dan kedua adalah tarif masuk sebesar Rp35.000.

Pukul 07.00 kami sampai, dan setengah jam setelahnya kami mulai melakukan pendakian. Sejak kaki pertama melangkah, kita sudah disuguhi pemandangan indah perkebunan teh — juga tanah becek dan cacing-cacing lucu.

Perjalanan menuju puncak, harus melalui tujuh pos yang melelahkan. Melelahkan, iya, banget, karena hampir seluruh jalur pendakian mendaki curam. Selain itu, karena mulai turun hujan, jalur licin dan memperlambat pendakian kami. Hingga kami memerlukan waktu delapan jam untuk mencapai pos enam karena waktu sudah menunjukan pukul 15.00 WIB.

cikuray4

Jalanan terjal menanjak menjadi khas gunung ini

 

Another summit #cikuray #mtcikuray #garut

A photo posted by Maulana Akbar (@mlakbr) on

Keesokan harinya kami melakukan perjalanan kembali pada pukul 05.00 WIB. Hanya perlu memerlukan waktu satu jam menuju puncak, dan seluruh tenaga dan ketingat kami dibayar oleh terbitnya matahari yang menyinari langit dan daratan Garut.

Vandalisme dan Sampah

Tidak ada yang terlalu sempurna. Pemandangan yang indah — gunung papandayan yang tampak jauh dan kota garut yang terbangun di pagi hari — dikotori oleh sedikit ulah kita, manusia. Sampah-sampah hampir saya temui dalam setiap langkah dari kaki hingga hulu gunung.

Selain itu vandalisme sering juga terlihat di bebatuan gunung dan bangunan yang ada, walau sudah tertulis himbauan yang jelas : stop vandalisme.

Ya, gitulah, kita.

d897e8e1-f378-4502-8c26-4a3376ba2f47

Vandalisme. Klise

Leave a Reply