Maulana Akbar

Story

Bayi Merah

Bayi merah yang menjadi pelacur esok siang. Berharap Mary Shelley tidak membuat cerita itu. Memburu sang pencipta. Hingga merasakan apa yang ia timpa. Karena itu tidak mungkin. Monster Frankenstein hanya buruk rupa. Bukan Pelacur. Hanya Serupa. Mereka tercipta untuk membenci bayangan dalam cermin. Esok siang, ketika bayi-bayi yang sudah besar itu, berbaris di jalanan Dolly. Menuntut hal yang konyol : keadaan yang membuatku seperti ini. Jangan paksa aku berhenti. Ini urusanku dengan Tuhan.  ...

Continue Reading

Story

Kereta Ekonomi

Aku sudah tidak bisa menghitung berapa puluh kali aku bergelantungan di kereta buatan General Electrics ini. Asap rokok di dalam sana membuatku tersengkir dari gebong bagian dalam dan hanya berdiri saja di pintu luar. Karena angin begitu kencang meniup kami dari pintu itu kereta kereta kereta  ...

Continue Reading

Story

Sungai

Air mengalir dari hulu ke hilir dengan ikan-ikan yang berenang saling mengejar diantara buah kelapa yang jatuh dari pohonya. Burung-burung pula ikut bernyanyi seakan-akan menertawai mereka yang tak lelahnya berenang, namun itu dulu. Sangat lama sekali seperti sebuah  ...

Continue Reading

Story

Radio Batu Keras

Telefon dari mbak Ami sedikit membingungkanku waktu itu, antara jawaban ya dan tidak namun lebih cenderung ya. Satu hal untuk tidak hanya masalah nominal dan kesempatan  tak pasti yang bisa saja datang di hari-hari esoknya. Akhirnya kujawab ya, dengan risiko melepas  ...

Continue Reading

Other

Kembali Menulis

Setelah hampir setengah tahun, akhirnya ku coba untuk menulis kembali di blog ini. Bukan karena malas menulis atau kehilangan api yang membara, tetapi memang akhir-akhir ini aku tersibukan dengan kelulusan, cari kerja, dan hal-hal lainya. Bahkan, hampir dua bulan blog ini hampir hilang karena  ...

Continue Reading

Other

5 Februari 2013

Mungkin ini cerita akhir dari salah satu season cerita dalam hidupku. Cukup banyak cerita yang tidak aku tulis dan ceritakan selama empat tahun lebih, cukup panjang apabila aku menghitung berapa detik yang harus berdetak hingga akhirnya aku berdiri disini. Mulai dari Penghuni hutan Baroq yang  ...

Continue Reading

Other

Kurban Tanpa Sapi

β€œDi dieu mah jarang aya sapi, aya mereun lima taun sakali, domba gen paling dua-tilu an”* Ki Edi, salah satu sesepuh di Desa Binangun menyahut pertanyaanku tentang suasana kurban sore itu. Sore yang indah dengan suasana desa yang damai, warga yang ramah, begitu juga alam dan mataharinya seakan  ...

Continue Reading

Story

Klasik

Untuk nafas terakhir yang kita hirup, atau kata terakhir yang kita ketik, yang disebut klasik. Ingatkah, ketika kamu membuka mata dipagi hari, dengan gigi berminyak dan bau tak sedap, kau telah meninggalkan malam yang klasik. Hey klasik, yang menumpuk ! terus menumpuk menjadi lembaran-lembaran  ...

Continue Reading

Other

Bella, She is the Sun

Panggilanya Bella, gadis manis berkerudung cantik. Hidungnya agak bengkok, Matanya bulat. Kepala agak besar. Tetapi kita tahu, Tuhan maha adil. Itu adalah kombinasi terindah dimataku. Ribuan kata yang bisa menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakanya.  Mungkin lebih,  ...

Continue Reading

Story

Kopi dan Teh

Meja bundar berdiri kokoh bertulangkan rotan dan berlapis kulit dengan cat kusam. Beberapa sudut meja itu dihiasi cat putih dengan kelupasan-kelupasan yang tak teratur. Wajar saja, setengah abad lebih meja itu ada bahkan berdiri kokoh di tempat yang sama, tanpa ada yang berani memindahkanya  ...

Continue Reading

Other

Bioskop Pusaka: Sebuah Legenda

Pertengahan tahun 2000,  Kota Ciamis yang terasa sangat manis dengan semua aktifitas rekreasi masyarakat berada pada alun-alun raflesia. Delman kambing, layang-layang mini, jajanan tradisional, sangat rapi dan teratur. Nyaris tidak ada sampah ataupun pengemis di sana. Tidak  ...

Continue Reading