Maulana Akbar

Story

Obrolan Dua Kereta

Di stasiun Tanah Abang. kereta diesel tua tujuan Rangkas Bitung sedang berbincang dengan commuter line. Aku menguping dan pura-pura tidak menghiraukan mereka. Mereka berbincang tentang keseharian mereka.  Mereka bercanda. Akrab sekali. Seperti kakek dan cucunya. Seorang pria berpakaian necis dan rapi, lengkap dengan sepatu kulit buaya dan gadget mahal buatan Korea yang digenggamnya terus, masuk menuruni peron satu dan dua. Peron satu di tempati kereta diesel tua dan yang lainya oleh  ...

Continue Reading

Story

Kamera Tua

Kamera tua kepunyaan Juru Kamera tua. Dirawat tiap hari. Supaya  berumur panjang. Catnya lusuh. Berbahan logam buatan Jepang. Dulu ketika Juru Kamera tua tidak disebut tua. Ia berkeliling ke kampung-kampung. Untuk mencari siapa yang mau difoto. Esok lusa ia kembali. Bawa hasilnya. Tapi itu  ...

Continue Reading

Story

Kamu Tahu, eh

Kamu tahu, eh? Bagaimanakah tuan-nyonya pejabat memperlakukan wajah cantik pertiwi? Pada Hutan-hutan yang memesona ; pantai-pantai yang ombaknya bergulung-gulung cantik ? O, kau tak akan pernah menyadarinya. Sungguh. Karena ini seperti selaput dara, tipis antara benar dan salah. Cantikku adalah  ...

Continue Reading

Travel/Culture

Cerita Hebat dari Nestapa

Cerita hebat bisa jadi datang dari hal menyedihkan. Seperti peperangan yang tak berkesudahan lalu dikemas runtutan kisah melankolis. Akhir yang bahagia ataupun tetap menyedihkan. Jadilah itu sebuah cerita. Norman Ollestad, mengalami kecelakaan mengenaskan dalam sebuah pesawat berisi lima  ...

Continue Reading

Story

Vaalseberg

Seorang Pria menatap layu rumah tua di depanya. Entah berapa lama ia berdiri tegap di sana, namun yang pasti matahari sudah mulai turun di balik bukit Vaalserberg – tanah tertinggi di negeri ini. Tangan kasarnya meraba saku di jaket wol lusuh dan menarik arloji yang menggantung di sana, melirik  ...

Continue Reading

Story

Orang Kaya Kata Rumput

Sekarang, rumput sedang bicara tentang orang kaya.  Apalah artinya, ia hanya sehelai rumput. Tapi menurutku ia benar, mungkin… Katanya : Orang kaya itu aneh. Aku mengerutkan dahi dengan kalimat pertamanya. Lanjutnya : Orang kaya itu punya banyak uang, katanya mereka bisa membeli kebahagiaan,  ...

Continue Reading

Story

Begitu Menggantung di Awan

Begitu menggantung di awan, hujan terjun bebas. Menari, menyanyi, bersinergi dengan berton-ton air yang jatuh ulah gravitasi. Memandikan manusia ataupun bukan. Benda yang bergerak ataupun bukan. Orang berduit ataupun bukan. Orang yang lapar ataupun bukan. Tak peduli apa maupun siapa. Kerap  ...

Continue Reading

Story

Pohon Jati

Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantarainya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak. Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa. Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya. Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara. Fandi, yang kekar dan  ...

Continue Reading

Story

Dari Kamar Isal

Ada kabar baik dari kamar Isal. Tidur ternyata sangat sulit. Jadi aku hanya terdiam menatap gelap. Lama sekali. Sampai pukul tiga. Bukan tiga sore tentunya. Kepalaku kembali berputar. Tentang banyak hal. Teman, Keluarga, Negara, tidak lupa tentang diriku sendiri. Juga kamar Isal yang harganya  ...

Continue Reading

Story

Head Slices II : Norman

Johnny             : Hai Karl kau ingat kejadian kemarin? Karl                   : Ya…. ya.. aku ingat (sambil tertawa cekikikan) Johnny             : Kukira kau sudah lupa karena terlalu mabuk. Sungguh lucu ia tidur tanpa kepala (tertawa melengking) Karl                   : Dan apa hal yang  ...

Continue Reading

Story

Freddie

Apa kabarmu hari ini, Freddie ? Aku melihat beberapa videomu hingga selarut ini dan masih terkesan. Mungkin kau tidak tahu, nyanyianmu masih terdengar walau pita suaramu sudah membusuk dimakan cacing-cacing. Apa kau bernyanyi juga buat cacing-cacing di bawah sana? apabila iya aku sangat  ...

Continue Reading