Maulana Akbar

Story

Begitu Menggantung di Awan

Begitu menggantung di awan, hujan terjun bebas. Menari, menyanyi, bersinergi dengan berton-ton air yang jatuh ulah gravitasi. Memandikan manusia ataupun bukan. Benda yang bergerak ataupun bukan. Orang berduit ataupun bukan. Orang yang lapar ataupun bukan. Tak peduli apa maupun siapa. Kerap menjadi Jendral untuk menyerang Ibukota. Kerap menjadi Pahlawan untuk kebun yang kehausan. Terkadang dengki, terkadang ramah. Garis biru dilangit menjadi latar untuk dua emosi yang berbeda. Percayalah,  ...

Continue Reading

Story

Pohon Jati

Ada lima belas prajurit sejauh ini, diantarainya : Lalah yang tertawa terbahak-bahak. Summa, anak sekolah menengah pertama yang tidak tahan kalau tertawa. Adit punya lemak diperutnya, dia enggan membaginya. Ari yang lupa dengan suaranya sendiri, karena jarang bicara. Fandi, yang kekar dan  ...

Continue Reading

Story

Dari Kamar Isal

Ada kabar baik dari kamar Isal. Tidur ternyata sangat sulit. Jadi aku hanya terdiam menatap gelap. Lama sekali. Sampai pukul tiga. Bukan tiga sore tentunya. Kepalaku kembali berputar. Tentang banyak hal. Teman, Keluarga, Negara, tidak lupa tentang diriku sendiri. Juga kamar Isal yang harganya  ...

Continue Reading

Story

Head Slices II : Norman

Johnny             : Hai Karl kau ingat kejadian kemarin? Karl                   : Ya…. ya.. aku ingat (sambil tertawa cekikikan) Johnny             : Kukira kau sudah lupa karena terlalu mabuk. Sungguh lucu ia tidur tanpa kepala (tertawa melengking) Karl                   : Dan apa hal yang  ...

Continue Reading

Story

Freddie

Apa kabarmu hari ini, Freddie ? Aku melihat beberapa videomu hingga selarut ini dan masih terkesan. Mungkin kau tidak tahu, nyanyianmu masih terdengar walau pita suaramu sudah membusuk dimakan cacing-cacing. Apa kau bernyanyi juga buat cacing-cacing di bawah sana? apabila iya aku sangat  ...

Continue Reading

Story

Aku Mungkin Berbohong

Suatu hari, ketika aku memejamkan mata. Aku mendengar suara kecil yang menggugah perasaanku. Ia bertanya padaku, mengapa kau memilihnya? Aku terdiam. Ia kembali bertanya padaku, apa yang kau cintai darinya? Aku terdiam. Aku terdiam  karena aku tidak bisa menjawabnya. Aku melihat sosoknya sekali  ...

Continue Reading

Story

Buah Aneh di Seberang Jalan

Chan memberi tahunya tentang buah aneh di seberang jalan, bila ia makan maka akan sial lah seluruh hidupnya.  Nino tak percaya perkataan Chan, tapi Nino punya ketakutan akan hal itu. Nino punya hasrat untuk makan buah itu bulat-bulat di depan Chan, lalu ia berkata pada Chan “Lihatlah, kau  ...

Continue Reading

Story

Bulan ke-3 Bekerja di MRA Media

Apa yang kutulis awal bulan April mungkin adalah efek euforia dari  mahasiswa  yang baru saja  lepas dari dunia kampus yang dipenuhi angka-angka tak pasti.  Sekian waktu ketika aku telah memulai di tempat ini adalah ketidakpastian akan apa yang telah dan aku lakukan selanjutnya.  Mungkin bahasa  ...

Continue Reading

Story

Bayi Merah

Bayi merah yang menjadi pelacur esok siang. Berharap Mary Shelley tidak membuat cerita itu. Memburu sang pencipta. Hingga merasakan apa yang ia timpa. Karena itu tidak mungkin. Monster Frankenstein hanya buruk rupa. Bukan Pelacur. Hanya Serupa. Mereka tercipta untuk membenci bayangan dalam  ...

Continue Reading

Story

Kereta Ekonomi

Aku sudah tidak bisa menghitung berapa puluh kali aku bergelantungan di kereta buatan General Electrics ini. Asap rokok di dalam sana membuatku tersengkir dari gebong bagian dalam dan hanya berdiri saja di pintu luar. Karena angin begitu kencang meniup kami dari pintu itu kereta kereta kereta  ...

Continue Reading