Story

Marucana

Kami menyebut kami dengan kata Marucana, semuanya terdiri dari enam orang yang seluruhnya adalah siswa kelas dua SMAN 24 Bandung. Kami bukanlah geng motor karena sebenarnya kami tidak begitu tertarik dengan motor hanya saja kami semua hanya mempunyai sepeda motor. Kami sempat membuat kostum sendiri yang kami buat di Rancaekek — sweater pink dengan warna hitam di lenganya, agak sedikit norak memang. Oh iya, mereka itu adalah teman-temanku dan termasuk aku didalamnya : Rizki Syaban, Dimas, Victor, Aldy, Guruh, dan Aku tentunya.

Dalam berbagai kesempatan  memang kami sering bermain bersama, seperti bermain billyard atau sekadar nongkrong di rumah Guruh. Pada dasarnya memang kami mempunya hobi dan minat yang sama.

Tahun baru beberapa hari lagi datang, aku sebenarnya sangat menunggu tahun depan karena aku akan naik ke kelas tiga. Aku mempunya beberapa komitmen untuk serius belajar di kelas tiga karena salah satu misiku adalah menembus perguruan tinggi negeri dari jalur SPMB. Itulah sebabnya kami sangat sibuk bermain hingga larut malam.

Baiklah, aku tidak perlu membicarakan apa saja yang kami lakukan hari ini. Tapi kejadian ini terjadi pada saat kami semua pulang, tepatnya tengah malam. Waktu itu kami semua berjalan bersama empat motor dengan kecepatan lamban. Tepat ketika kami melewati pertokoan Cicadas yang mulai tutup tiba-tiba motor yang ditumpangi Aldy dan Rizki diserempet dengan motor yang ditumpangi oleh tiga orang. Jarak kami memang agak berjauhan dan hanya motor Dimas yang dekat dengan motor Aldy. Motor tersebut menarik helm full face yang digunakan Aldy dan menarik gas motornya kencang-kencang. Kejadian ini terjadi hanya sekiar seratus meter dari kantor polisi cicadas.

Kejadian cepat ini membuat kami kaget dan tidak bisa berbuat banyak.  Setelah merunding kami  sepakat untuk membuat laporan ke kantor polisi, sungguh sial memang. Seharian kami bersenang-senang namun berduka di pengunjung hari. Setelah membuat laporan, kami pulang ke rumah masing-masing.

Besok harinya kami dihubungi kembali oleh polisi untuk datang ke kantor polisi. Ternyata salah satu pelaku tertangkap karena mengganggu salah satu warga, namanya Soleh. Tidak sepeti namanya, pemuda ini ternyata salah satu anggota geng motor di kota Bandung. Seperti sudah dipersiapkan, Soleh tidak membawa identitas apapun dan tutup mulut soal keluarga dan teman-temanya, niscaya wajahnya babak belur karena tidak kooperatif dengan pihak kepolisian.

Sebenarnya kami tidak mempermasalahkan jika helm teman kami hilang, hamun kejadian ini sangat marak terjadi di Kota Bandung. Setidaknya dengan melaporkan pencurian sekecil apapun bisa membuat jera pelakunya.

Hal positifnya adalah kami diberikan libur dua hari untuk memberiklan laporan lanjutan mengenai kasus tersebut.

Leave a Reply