Science & Technology

Kursi Berpenggerak Sinyal Otak

Saya selalu tertarik dengan hasil penelitian dari peneliti ilmu pengetahuan alam dan teknik. Outputnya bisa berupa benda konkret yang bisa diaplikasikan langsung. Inovasi hasil penelitinya pun biasanya lebih bersentuhan langsung dengan teknologi yang ‘canggih’. Seperti hasil penelitian karya anak bangsa, Kursi Berpenggerak Sinyal Otak, yang digagas oleh Dr. Arjon Turnip dari LIPI. Kursi roda ini dapat digerakan langsung oleh frekuensi otak.

“Kursi roda elektrik membantu penyandang disabilitas yang tak bisa menggerakkan anggota badan dan pengguna bisa menggerakkan serta mengendalikan kursi roda hanya dengan memikirkan perintah,” kata Kepala UPT Balai Pengembangan Instrumentasi Demi Soetraprawata, dilansir dari berita antara. Teknologi itu merupakan penyempurnaan pengembangan alat yang membuat otak mampu mengendalikan gerakan kursi roda elektrik lewat penerjemahan sinyal-sinyal listrik dari otak. (sumber).

img_20151009_104408

Dr. Arjon Turnip memasang alat buatannya pada Kursi Berpenggerak Sinyal Otak di Indonesia Science Expo – LIPI (20

 

Saya beberapa kali melihat langsung bagaimana alat ini bekerja. Memang belum terlalu smooth dan lancar. Apabaila belum terbiasa, kursi ini belum bisa bergerak sesuai pikiran otak. Dalam Indonesia Science Expo 2015, operator sempat diganti karena tidak bisa bergerak. Namun ini sangat wajar mengingat teknologi ini masih dalam proses pengujian. “Kursi roda ini masih belum bisa bila digunakan langsung oleh masyarakat, masih dalam tahap pengujian, belum tahu bila digunakan oleh difabel yang sebenarnya. Makanya kita bekerja sama dengan dokter untuk mengetahui seperti apa yang dibutuhkan oleh pasien seperti itu,” kata Arjon, seperti dilansir melalui Antara.

 

WP_20150326_015

Peneliti di BPI – LIPI Bandung yang turut mengembangkan Kursi Berpenggerak Sinyal Otak  (2015)

Pada bulan Maret 2015, saya berkesempatan mengunjungi Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) – LIPI di Cisitu, Bandung. Di gedung ini saya tidak menyangka ‘kursi’ ini lahir, karena dengan kelengkapan alat-alat yang belum maksimal. Bayangangan saya sebagai salah satu Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) di LIPI yang mempunyai tugas Pengembangan dan penerapan hasil-hasil penelitian di bidang Instrumentasi, mestinya mempunyai lab-lab besar dan canggih. Gambar di atas adalah dua orang peneliti di salah satu lab di gedung BPI yang menjelaskan bagaimana ‘kursi’ ini bekerja.

Leave a Reply