Travel/Culture

Critical Eleven : Sepetik Pendapat

Saya beli novel ini karena cover-nya. Terlebih-lebih novel ini selalu berada di rak ‘best selling’. Sehingga novel Critival Eleven ini saya beli untuk dibaca diwaktu senggang. Saya baca dalam empat hari. Gaya bahasa Ika Natassa sangat khas dan unik, dicampurya bahasa indonesia sehari-hari dengan sisipan-sisipan bahasa inggris.

Ada dua hal yang buat saya menarik untuk dibahas, yaitu cerita dan kemasan. Hemat saya, dua hal ini yang membuat novel ini menjadi salah satu masterpiece Ika Natassa. Dari sisi cerita, mohon maaf, tapi novel ini tidaklah ada yang spesial. Tidak membuat saya terngiang-ngiang setelah membacanya. Mungkin ceritanya terlalu kewanitaan, atau sudah tidak masuk di kategori umur saya. Ringkasnya, novel ini menceritakan pertengkaran rumah tangga antara Anya dan Ale dengan lika-liku kehidupanya. Saya tunggu punch yang buat pikiran pembaca dibolak-balik, tapi sayangnya saya tidak menemukanya hingga halaman terakhir.

[Adsense-A]

Saya sangat apresiasi Ika, dengan membuat judul yang sangat baik, Critical Eleven. Pada awalnya saya menebak isi novel ini adalah kisah kehidupan pilot atau kecelakaan pesawat yang dramatis. Pada halaman-halaman awal sudah gamblang diceritakan, yaitu critical eleven adalah saat-saat Ale bertemu Anya di pesawat yang merubah hidupnya – juga sebagai inti dari cerita selanjutnya.

Selain itu desain yang Ika buat sendiri juga sangat menarik, sekilas mirip novel best selling karya penulis internasional. Sejuk dengan desain coretan cat air bergambar pesawat. Siapa saja yang melihat novel ini pasti sangat berhasrat untuk membuka dan membaca lebih lanjut.

Pendapat saya secara umum, novel ini memiliki kemasan yang sangat baik. Walaupun saya belum terpuaskan dari sisi konten, namun saya sudah cukup senang membaca novel ini. Saya sangat apresiasi apa yang telah dibuat oleh penulis dan segera akan membeli karya lainya.

Leave a Reply