Story

Aoyama di Indonesia

Seperti pelacur baru : Disetubuhi hingga renta, baru ditinggal.

Seorang kreator cergam — atau cerita bergambar, kini lebih populer disebut dengan komik — asal Jepang menjadi termasyur gara-gara satu karya manga yang bisa disebut legendaris : Detective Conan — Di Amerika populer dengan nama  Case Closed.

Setidaknya sudah lebih dari dua dekade cergam berseri ini masih diproduksi. Aoyama Gosho, kreator Detective Conan, nampaknya terlalu bersemangat mengeksplorasi Novel Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Selain men-comot nama Conan sebagai nama tokoh utama di cergam Detective Conan, ada juga nama jalan Baker Street di Sherlock Holmes, diterjemahkan menjadi Beika di cergam Detective Conan. Hal yang menarik cerita Detective Conan akan jauh lebih panjang dan liar dibandingkan dengan resensinya.

Ayoma Gosho, dalam komiknya berkelakar “Fear of death is worse than death itself.” Tidak dusta memang untuk karyanya yang masih liar bercerita. Ia masih ragu untuk menutup edisi Detective Conan, karena dalam sejarah manga di Jepang, seorang komikus hanya akan populer dengan satu karya saja. Sebut saja Fujiko F Fujio, yang hanya dikenal dengan Doraemon, dan membiarkan karyanya itu abadi.

Di Indonesia pun demikian adanya, namun tidak dibarengi dengan kualitas cerita. Tidak patut disamakan sebenarnya, namun masih ada garis merah, mereka adalah Sinetron Indonesia. Tidak perlu pula menyebutkan satu per satu judulnya, tapi mereka akan liar berlanjut hingga cerita bias. Kadang tokoh berkembang banyak. Hingga penonton jenuh, lalu akan berhenti. Mereka — juragan sinetron, dulu kebanyakan dari WNI keturunan India — akan mengantongi duit lalu membuat proyek sinetron baru.

Adapun khazanah sebuah cerita tidak perlu dirisaukan, karena mereka yang menonton tidak menuntut cerita yang bernilai makna tinggi,  itulah orang Indonesia : Ulah teuing nu make mikir. Ketika sinetron selesai ditonton ya dilupakan, hanya untuk hiburan. Bukan untuk menikmati sebuah karya. Orang Indonesia bukan orang yang datang ke museum. Berdiri lama di depan lukisan Michelangelo, sambil mengangguk-ngangguk. Menyisingkan mata. Menikmati setiap goresan cat. Setelahnya lalu pulang.  Orang Indonesia adalah orang yang terbahak-bahak membaca cergam Tatang. S, walaupun tidak mengerti benar maksudnya.

Leave a Reply