Story

Aktualisasi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Mckinsey Global Institute dalam publikasinya yang berjudul “The Archipelago Economy : Unleashing Indonesia`s Potential” menyampaikan prognisis yang menarik, yaitu Indonesia kini membutuhkan 55 juta pekerja yang memiliki skill dalam eknomi indonesia, dan meningkat pada 2030 membutuhkan 113 juta dalam kompetensi yang sama. Hal ini menarik karena diyakini Indonesia akan menjadi negara ekonomi yang besar dimasa yang akan datang.

Namun tentunya refleksi itu tidak mungkin tercapai tanpa peran aktor-aktor yang memiliki kapasitas penting, salah satunya pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang kemudi reglemen negara, memiliki pos yang sangat fundamental.  Pilar ekonomi tidak akan baik tanpa arah kebijakan pemerintah yang mendukung.

Peran pemerintah dalam pembangunan bangsa tidak lepas dari peran orang-orang didalamnya – sebagian besar kita sebut itu Pegawai Negeri Sipil (PNS). Serupa dengan  prognisis Mckinsey Global Institute tadi, dimasa depan Indonesia membutuhkan PNS yang memiliki skill bukan hanya masalah jumlah namun kompetensi.  Untuk mencapai tujuan tersebut para PNS perlu dibentuk, salah satunya dengan pengamalan nilai nilai ASN –  yang menurut penulis sangat falsafah dan penting, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, komitmen mutu, etika publik, dan anti korupsi.

  1. Nilai-nilai dasar ASN (Antikorupsi, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) menurut penulis merupakan ideologi yang prinsipil bagi setiap ASN.  Perlu rasanya ditanam bukan hanya bagi CPNS sebagai syarat mengikuti diklat prajab saja, namun perlu adanya upaya agar nilai-nilai dasar ASN diamalkan bagi seluruh elemen ASN.
  2. Nilai ASN adalah hal utama/primer bagi peserta diklat. Karena waktu kegiatan diklat sangat terbatas, alangkah lebih baiknya apabaila kegiatan hanya fokus pengamalan nilai-nilai ASN – tidak perlu memasukan kegiatan diluar itu, misal : baris-berbaris.

Saya tulis dalam pendahuluan Pra-Jabatan ASN LIPI 2015

Leave a Reply