Story

Cuma-Cuma

 

Perut bergelambir, seperti gaji gurih berserikat di penjuru perut.
Hingga mereka memberontak atas hak-hak kebebasan mereka dari celana yang sesak.
Ataupun, rupa yang tidak akan molek tanpa tabir gincu dan talek.

Apapun definisi cantik yang buat kau menyibukkan diri dengan itu.
Aku tak acuh dengan itu.
Bagiku, elok itu otoriter.
Mendikte mataku, kalau kamu itu demikian. Tak peduli setebal apapun gincu dan talekmu; seberapa menggunung perutmu.

Cantikmu itu transeden, tak perlu ada definisi lain yang mutlak.

Biar kau saja yang tahu, aku cinta kau karena kau menjajah jantungku.
Darah dari arteri itu membedil mataku. Mungkin hatiku yang porak-poranda. Tanpa ampun.

Bagiku sekalipun pesohor dengan definisi-definisi cantik berdatangan padaku. Tapi kalau tak ada kandungan kau didalamnya. Cuma-cuma.

 

Depok, 26 April 2020.

Leave a Reply