Story

Bulan ke-3 Bekerja di MRA Media

Apa yang kutulis awal bulan April mungkin adalah efek euforia dari  mahasiswa  yang baru saja  lepas dari dunia kampus yang dipenuhi angka-angka tak pasti.  Sekian waktu ketika aku telah memulai di tempat ini adalah ketidakpastian akan apa yang telah dan aku lakukan selanjutnya.  Mungkin bahasa sederhananya adalah Radio bukan duniaku, begitu juga dengan Hardrock FM yang sama sekali bukan seleraku walaupun aku berada di segmen pasarnya. Aku adalah orang yang tidak begitu terangsang dengan lifestyle saat ini. Aku akan mengajakmu melihat playlist dalam handphoneku, Wieteke Van Dort dan Billy Derby salah satu lagu yang hampir pasti aku dengarkan setiap hari, ada lagu yang dibuat hampir seratus tahun yang lalu.  Itu sudah cukup alasan bahwa aku tidak berdiri di lifestyle saat ini.

Beberapa pekerjaan aku tumpuk hingga mendekati weekend dan akan ku kerjakan weekend ini, bukanya aku lalai dan tidak bertanggung jawab  karena aku pasti menyelesaikannya sebelum deadline. Namun pekerjaan yang namanya Data Collecting adalah hal yang membuatku serba salah dan tidak nyaman dengan pekerjaan ini. Bagaimana tidak, aku harus menelefon dan mendapatkan informasi tentang merek gadget, cafe favorit, hingga hal-hal detail lainya di jam kerja. Itu sangat tidak nyaman, karena  aku biasanya memposisikan diri sebagai orang yang menerima telefon dan ditanyai hal-hal yang tidak penting bahkan terkadang bersifat privasi di waktu kerja oleh orang yang tidak dikenalnya sama sekali, itu sangat mengganggu.

Aku hanya duduk seperti orang bodoh yang melepaskan titel sarjana dan statistika di dadaku, apa yang kulakukan seperti seorang costumer service dari perusahaan radio. Aku menganggap Research and Development Executive adalah sebuah kemasan mewah yang sama sekali aku tidak menggunakan ilmu yang aku pelajari empat setengah tahun lalu. Sudah kuputuskan bulat bahwa aku akan segera meninggalkan meja ini, sesegera mungkin. Ada beberapa perusahaan yang nampak nya berminat denganku dan aku pun berhasrat dengan pekerjaan yang lebih berbobot.

Pada akhirnya, saya perlu meluruskan akan tulisan ini. Seperti halnya dengan banyak ‘anak bau kencur’ yang baru lulus sarjana, pasti ada beberapa hal yang membuat mereka kecewa akan pekerjaan yang kurang berbobot. Itu perasaaan saya dulu ketika menjadi R&D di perusahaan radio tersebut. Tetapi, kini saya perlu sadari bahwa saya waktu itu tidak sabar akan proses. Kenyataanya, sebuah pekerjaan bukanlah pembuktian akan ilmu yang kita memiliki. Tetapi, jauh lebih penting yaitu pembuktian bahwa pekerja bisa menyelsaikan tugasnya, semudah atau sesulit apapun.

Hal lain yang tidak sadari saat itu adalah, perusahaan pertama saya ini membawa saya mengenal orang-orang baik yang kini menjadi sahabat saya. Terima Kasih, MRA !

Leave a Reply